MEDAN — Sepuluh saham emiten konglomerat nasional mendominasi daftar penggerak utama IHSG sepanjang pekan lalu. Selain MLPT, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 15,29 poin setelah harganya melonjak 45,71 persen.
MPRO dan BUMI Jadi Penopang Utama
MPRO yang terafiliasi dengan Dato Sri Tahir menempati posisi pertama penyumbang poin tertinggi. Posisi kedua ditempati PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) milik Grup Bakrie, yang menguat 14 persen dan berkontribusi 7,72 poin terhadap indeks.
Saham energi dan tambang lainnya juga turut mendorong IHSG. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 7,34 persen dengan kontribusi 5,95 poin, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu menguat 3,8 persen menyumbang 5,03 poin.
MLPT Catat Kenaikan Tertinggi
Kenaikan paling spektakuler terjadi pada saham MLPT yang melesat 51,97 persen dalam sepekan. Lonjakan ini memberikan kontribusi 5,74 poin bagi IHSG, menjadikannya salah satu emiten dengan performa terbaik di bursa.
Empat saham lain melengkapi daftar top leaders: PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) naik 3,94 persen (kontribusi 4,60 poin), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 2,54 persen (4,21 poin), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) naik 7,86 persen (4,19 poin), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) menguat 9,22 persen (4,00 poin).
IHSG Tetap Hijau di Tengah Tekanan Asing
Meskipun investor asing masih melakukan aksi jual, IHSG berhasil mengakhiri pekan di zona hijau dengan penguatan 0,34 persen. BEI mencatat bahwa saham-saham berkapitalisasi besar menjadi faktor utama yang menjaga pergerakan indeks tetap positif.
Para analis memandang sentimen positif terhadap emiten properti, energi, dan teknologi turut mendorong minat beli. Namun, tekanan jual asing disebut masih menjadi variabel yang perlu diwaspadai dalam beberapa pekan ke depan.