MEDAN — Empat kabupaten di Sumatera Utara menjadi tulang punggung penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog. Dari total 34.688 ton gabah yang setara 17.344 ton beras, nyaris seluruhnya berasal dari Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, dan Simalungun.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut Budi Cahyanto menyebutkan, kontribusi Deli Serdang mencapai 25 persen dari total serapan. Serdang Bedagai dan Langkat masing-masing 20 persen, disusul Simalungun 15 persen.
Serapan Terbatas, Panen Jadi Momentum
Meski angka itu terbilang besar, Budi mengakui serapan gabah di tingkat petani saat ini masih terbatas. Sebelumnya, Bulog hanya menyerap sekitar 250 ton dari Langkat dan Simalungun.
"Kami optimistis penyerapan gabah di tingkat petani meningkat pada periode berikutnya karena sejumlah daerah mulai memasuki masa panen," ujar Budi di Medan, Senin.
Gabah Petani Jadi Cadangan Pangan Nasional
Seluruh gabah yang diserap Bulog Sumut akan digunakan untuk memenuhi penugasan pemerintah. Tiga program utama yang menjadi sasaran adalah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana.
Sebagai operator pemerintah, Bulog membeli gabah langsung dari petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan menjaga harga di tingkat petani tetap stabil sekaligus mengisi gudang cadangan pangan negara.
Strategi Perkuat Jaringan dengan Gapoktan
Untuk mengoptimalkan serapan, Bulog Sumut gencar melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Langkah ini dinilai krusial agar target penyerapan bisa tercapai di tengah masa panen yang tak serentak antarwilayah.
Empat kabupaten yang ditetapkan sebagai sentra serapan memiliki potensi produksi padi yang tinggi. Deli Serdang misalnya, selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Sumut, begitu pula Serdang Bedagai dan Langkat yang memiliki lahan pertanian luas. Simalungun, dengan topografi dataran tinggi, juga konsisten menyuplai gabah ke Bulog setiap musim panen.