SUMATERA UTARA — Presiden Jetour International, Ke Chuandeng, mengungkapkan bahwa pengembangan model TX kini tengah dipercepat untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertumbuh. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada Kompas.com di sela-sela gelaran GIIAS 2026.
"Orang-orang lokal, orang-orang yang lebih muda, mereka suka dengan New Energy Vehicle (NEV), mereka suka dengan mobil BEV," ujar Ke di Jakarta, belum lama ini.
Strategi Jangka Panjang di Pasar Kendaraan Listrik Nasional
Kehadiran TX menandai pergeseran strategi Jetour di Indonesia. Selama ini, pabrikan asal China tersebut lebih dulu memasarkan model bermesin konvensional dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Kini, mereka mulai serius menjajaki segmen battery electric vehicle (BEV) yang permintaannya dinilai semakin matang.
Indonesia diposisikan sebagai salah satu pasar prioritas utama. Potensi besar ini tidak lepas dari demografi konsumen yang didominasi generasi muda, yang dinilai lebih cepat beradaptasi dengan teknologi elektrifikasi dibandingkan segmen usia lainnya.
Kesiapan Layanan Purnajual untuk Kendaraan Listrik
Menghadirkan produk baru saja tidak cukup. Jetour menegaskan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur layanan purnajual demi mendukung pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang mulus. Hal ini menjadi faktor krusial yang kerap menjadi pertimbangan utama calon pembeli mobil listrik di Indonesia.
"Kami akan mencoba untuk mempercepat, dan kita akan mencoba untuk memberikan produk dan servis yang baik, dan pengalaman yang baik kepada orang-orang Indonesia," kata Ke.
Dengan target peluncuran pada 2027, Jetour masih memiliki waktu sekitar satu tahun untuk mematangkan persiapan jaringan dealer serta ketersediaan suku cadang. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan konsumen sebelum model TX resmi dipasarkan.