SUMATERA UTARA — Nvidia tengah bersiap memasuki pasar prosesor laptop dengan produk ambisiusnya, RTX Spark. Bocoran terbaru dari database Geekbench tidak hanya mengonfirmasi keberadaan varian kedua yang lebih ramping, tetapi juga menunjukkan bahwa chip ini memiliki potensi performa yang jauh lebih besar dari perkiraan awal, bahkan sebelum dirilis secara resmi.
Dua Varian dengan Selisih Performa Tipis
Hasil benchmark yang beredar menunjukkan Nvidia sedang menguji dua konfigurasi RTX Spark. Varian pertama yang sudah dikenal memiliki konfigurasi 20-core (10+10) dengan clock 4.0 GHz, mencetak skor 2.570 poin untuk single-core dan 23.126 poin untuk multi-core.
Varian kedua, yang baru muncul, membawa 18-core dengan konfigurasi 10+8 dan clock 3.9 GHz. Meski core-nya lebih sedikit, skor single-core-nya hanya terpaut tipis di angka 2.541 poin. Pada pengujian multi-core, varian ini tetap solid dengan torehan 21.776 poin.
Perbandingan Kinerja: Mengungguli AMD dan Apple
Angka multi-core yang dihasilkan RTX Spark langsung menempatkannya di jajaran atas prosesor laptop. Dibandingkan dengan AMD AI Max+ 395 yang selama ini menjadi salah satu yang tercepat, varian 20-core RTX Spark unggul sekitar 12 persen. Bahkan varian 18-core-nya pun masih lebih cepat 5,6 persen.
Jika dibandingkan dengan Apple, varian 20-core RTX Spark juga mencatatkan skor 3,3 persen lebih tinggi dari M3 Max (14-core). Mengingat perangkat ini masih dalam tahap pengujian dengan driver yang belum optimal, performa akhirnya bisa lebih baik lagi dan berpotensi menyaingi M4 Pro atau M4 Max.
Catatan Penting soal Performa Single-Core
Meski skor multi-core-nya mengesankan, hasil single-core RTX Spark masih menjadi catatan. Skor 2.570 poin dari varian 20-core masih kalah telak dari chip Apple Silicon generasi terbaru, bahkan M3 dasar pun mampu mengunggulinya. Namun, di kubu Windows, RTX Spark justru unggul atas AMD Ryzen AI Max+ 395 dan Intel Core Ultra 9 275HX.
Persaingan ketat diprediksi akan terjadi dengan Snapdragon X2 Elite dari Qualcomm yang mencatat skor single-core di kisaran 3.000 poin, dan Intel Core Ultra X9 388H yang lebih cepat 7 persen dari RTX Spark.
Kesiapan Nvidia untuk Pasar Laptop
Hasil benchmark ini menjadi sinyal positif bahwa Nvidia serius menggarap segmen laptop. Upaya optimasi driver yang dilakukan secara bertahap mulai membuahkan hasil, terlihat dari peningkatan performa dibandingkan bocoran-bocoran sebelumnya.
Nvidia juga dikabarkan berkomitmen memastikan dukungan penuh untuk DRM dan sistem anti-cheat pada hari pertama peluncuran. Ini adalah langkah penting untuk meyakinkan para gamer bahwa platform RTX Spark siap digunakan untuk bermain game modern tanpa hambatan teknis.
Dengan persiapan yang matang, RTX Spark berpotensi menjadi kandidat kuat prosesor pilihan untuk laptop Windows premium, menawarkan keseimbangan performa yang mampu menantang dominasi pemain lama di pasar. Kita tinggal menunggu peluncuran resminya untuk melihat bagaimana performa sebenarnya di tangan para pengguna.