SUMATERA UTARA — BMKG melaporkan tsunami pertama terdeteksi di Kawapante, Flores Timur, pada pukul 05.16 WIB dengan ketinggian 0,38 meter. Sekitar sebelas menit kemudian, gelombang setinggi 0,25 meter terekam di Flores Timur, disusul Maurole, Ende, yang mencatat puncak tertinggi 0,94 meter pada 05.27 WIB. Gelombang terakhir terpantau di Bakalang dengan ketinggian 0,14 meter pada 05.41 WIB.
Sebelumnya, tsunami juga sempat terdeteksi di Labuan Bajo dengan ketinggian sekitar 0,3 meter. Meski seluruh catatan ketinggian masih berada di bawah satu meter, BMKG mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa arus kuat dan kenaikan muka air yang dapat terjadi secara tiba-tiba di wilayah pesisir.
Pemicu: Aktivitas Sesar Aktif di Laut Flores
Gempa berkekuatan M 7,0 berpusat di wilayah Nagekeo, NTT, dengan mekanisme sesar naik (thrust fault). Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah kabupaten di Pulau Flores, memicu kepanikan warga yang langsung berhamburan keluar rumah menuju dataran tinggi.
BMKG melalui akun resminya di X mengonfirmasi rangkaian data deteksi tsunami secara berurutan. "Tsunami telah terdeteksi di Kawapante (05.16 WIB) 0,38m, Flores Timur (05.24 WIB) 0,25m, Bakalang (05.41 WIB) 0,14 m," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Peta Sebaran Ketinggian Gelombang di Pesisir NTT
Data BMKG menunjukkan pola penurunan ketinggian gelombang dari timur ke barat. Berikut rincian deteksi tsunami yang tercatat hingga pukul 05.41 WIB:
- Kawapante, Flores Timur: 0,38 meter (terdeteksi 05.16 WIB)
- Flores Timur: 0,25 meter (terdeteksi 05.24 WIB)
- Maurole, Ende: 0,94 meter (terdeteksi 05.27 WIB)
- Labuan Bajo: sekitar 0,3 meter
- Bakalang: 0,14 meter (terdeteksi 05.41 WIB)
Ketinggian di Maurole menjadi catatan tertinggi dalam kejadian ini, meski masih jauh di bawah ambang tsunami destruktif. Namun, BMKG menegaskan bahwa gelombang kecil sekalipun dapat menimbulkan arus berbahaya di sekitar muara sungai dan teluk sempit.
Imbauan Resmi dan Langkah Tanggap Darurat
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami segera setelah gempa kuat mengguncang Nagekeo. Masyarakat pesisir diinstruksikan untuk menjauhi pantai dan tidak kembali ke rumah sebelum ada pengumuman resmi status aman dari otoritas setempat.
Warga diimbau mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah. Pemerintah kabupaten di NTT saat ini tengah melakukan asesmen dampak di wilayah pesisir, khususnya di Ende dan Flores Timur yang mencatat gelombang tertinggi. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur, namun proses verifikasi lapangan masih berlangsung.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi dengan kekuatan lebih kecil. Riwayat seismik di Laut Flores menunjukkan bahwa rangkaian gempa susulan kerap berlangsung beberapa hari setelah kejadian utama, sehingga kewaspadaan warga pesisir tidak boleh kendur hingga status resmi dicabut.