PEMATANGSIANTAR — Estafet kepemimpinan organisasi wartawan di Kota Pematangsiantar resmi berganti. Rahayu, yang sebelumnya menjabat sekretaris selama dua periode, kini dipercaya memimpin PWI Kota Pematangsiantar untuk tiga tahun ke depan, periode 2026-2029.
Keputusan itu diambil dalam Konferensi ke-8 PWI Kota Pematangsiantar yang digelar di Hotel Batavia, Jumat (14/8). Dari total 18 anggota yang hadir, Rahayu memperoleh 16 suara. Konferensi tersebut dibuka langsung oleh Ketua PWI Provinsi Sumatera Utara, Farianda Putra Sinik.
Pesan Wali Kota: Jaga Soliditas dan Verifikasi Informasi
Pemerintah Kota Pematangsiantar menyambut baik kepemimpinan baru ini. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Subrata Nata Lumbantobing, menyampaikan ucapan selamat atas nama Wali Kota Wesly Silalahi.
“Jadikan amanah ini sebagai tanggung jawab untuk membawa organisasi semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pers serta pembangunan Kota Pematangsiantar,” pesan Subrata mengutip pernyataan wali kota.
Ia menegaskan, PWI dan seluruh wartawan di kota ini harus terus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Verifikasi terhadap setiap informasi menjadi harga mati agar berita yang terbit objektif dan konstruktif.
Peran Pers dalam Mengawal Pembangunan Daerah
Subrata menambahkan, melalui pemberitaan yang objektif, insan pers memiliki peran strategis. Mereka tidak hanya menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi juga ikut mengawal jalannya pembangunan dan memberikan edukasi kepada publik.
“Dengan pemberitaan yang objektif dan konstruktif, insan pers dapat ikut mengawal pembangunan, menyampaikan aspirasi masyarakat, sekaligus memberikan edukasi kepada publik,” ujarnya.
Terpilihnya Rahayu menandai babak baru kepengurusan PWI di kota tersebut. Sebelumnya, ia telah malang melintang di dunia jurnalistik dan dipercaya mengisi posisi sekretaris pada dua periode berbeda, yakni 2013-2016 dan 2023-2026.