SUMATERA UTARA — Keputusan Federasi Sepak Bola Prancis menunjuk Zidane untuk menggantikan Didier Deschamps menutup satu babak panjang spekulasi. Namun di balik hiruk-pikuk taktik dan target turnamen, ada satu narasi yang lebih dalam: bagaimana anak dari lingkungan termiskin di Marseille bisa menyatukan sebuah negara melalui sepak bola.
Bagi Djibril Cisse, yang pernah berbagi lapangan dengannya di Timnas Prancis, Zidane adalah bukti hidup bahwa latar belakang bukanlah takdir. "Dia adalah anak kecil dari jalanan keras Marseille," kata Cisse kepada FourFourTwo, mengenang masa kecil Zidane di lingkungan La Castellane yang dikenal rawan.
"Dia datang dari lingkungan yang sangat sulit, tempat yang menelan banyak orang. Tidak mudah menjadi seseorang dengan awal hidup seperti ini, tapi dia berhasil," ujar mantan striker Liverpool itu.
Lebih dari Sekadar Pemenang: Cara Zidane Mengubah Cara Orang Memandang Sepak Bola Prancis
Kisah Zidane memang selalu punya daya tarik tersendiri. Dari trofi Piala Dunia 1998 yang bersejarah hingga tiga gelar Liga Champions beruntun sebagai pelatih Real Madrid, namanya terukir emas. Namun Cisse menilai pengaruh Zidane melampaui sekadar koleksi trofi.
"Pemain terbaik di dunia tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi mereka memengaruhi kehidupan orang-orang," tegas Cisse. "Zidane melakukannya bukan dengan kepribadian seperti Ali, tetapi dengan kemampuan teknis, mentalitas juara, dan keanggunannya."
Gaya bermain Zidane yang menyerang dan elegan disebut Cisse sebagai magnet yang membuat dunia jatuh cinta pada sepak bola Prancis. "Dia bukan tipe pemain yang bertahan dalam dan berharap hasil imbang. Dia selalu melihat peluang untuk maju dan menang. Dengan dia di tim, kamu selalu punya peluang," kenangnya.
Karier yang Berakhir Kontroversial, Warisan yang Tetap Abadi
Menariknya, karier megah Zidane justru berakhir dengan momen kontroversial: kartu merah di final Piala Dunia 2006. Namun, Cisse menilai hal itu tidak mengurangi status legenda Zidane di mata publik Prancis.
"Sama seperti Michael Jordan, dia adalah yang terhebat di olahraganya menurut saya. Sebuah legenda di negara saya," puji Cisse.
Kini, dengan kembalinya Zidane ke ruang ganti Timnas Prancis, publik menantikan apakah sentuhan magis yang sama bisa kembali menghidupkan generasi emas baru. Tugas pertamanya akan menjadi ujian nyata, tetapi jika ada satu hal yang bisa dipelajari dari perjalanan hidupnya, tidak ada tantangan yang terlalu besar bagi pria asal La Castellane itu.