SUMATERA UTARA — Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores memaksa sistem kelistrikan di Pulau Flores padam total. Namun, tim teknis PLN bergerak cepat. Dalam hitungan jam, seluruh gardu induk yang menjadi tulang punggung transmisi listrik antardaerah sudah kembali beroperasi 100 persen.
Di level distribusi, progres pemulihan juga berjalan signifikan. Dari total 3.478 gardu distribusi, sebanyak 2.723 gardu telah pulih dan menyalurkan listrik ke rumah-rumah warga. Artinya, sekitar 78 persen jaringan distribusi sudah menyala kembali, meski pekerjaan rumah masih menanti untuk menormalkan 755 gardu lainnya.
RSUD Bajawa dan Bandara Jadi Prioritas Utama
Kecepatan pemulihan gardu induk bukan tanpa alasan. Fasilitas publik yang krusial seperti bandar udara dan rumah sakit menjadi prioritas utama PLN. RSUD Bajawa menjadi salah satu yang pertama merasakan dampaknya. Direktur RSUD Bajawa, Heronimus Due, menegaskan pasokan listrik yang stabil sangat menentukan keselamatan pasien, terutama mereka yang membutuhkan perawatan intensif dan tindakan bedah darurat.
Apresiasi juga datang dari sektor pariwisata. Manajer Blue Ocean Hotel mengakui gerak cepat petugas PLN menjaga pasokan listrik di kawasan Flores. Bagi industri perhotelan, listrik adalah jaminan layanan utama bagi wisatawan, dan pemulihan yang cepat menjaga reputasi destinasi wisata di tengah situasi darurat.
755 Gardu Distribusi: Pekerjaan Rumah Berikutnya
Meski gardu induk telah normal, masih ada 755 gardu distribusi yang belum beroperasi. Ini berarti sebagian pelanggan rumah tangga dan usaha kecil masih menghadapi pemadaman bergilir. Dampak ekonomi dari pemadaman di level distribusi memang tidak sebesar saat gardu induk lumpuh total, tetapi tetap signifikan bagi bisnis yang bergantung pada pasokan listrik kontinyu.
Usaha pengolahan hasil perikanan, penyimpanan makanan beku, dan mikro bisnis di kawasan wisata menjadi sektor yang paling rentan. Mereka membutuhkan pasokan listrik stabil untuk menjaga kualitas produk dan kelangsungan operasional sehari-hari.
Risiko Gempa Susulan dan Ketahanan Infrastruktur
Insiden ini menjadi pengingat bahwa risiko gempa di Indonesia Timur masih nyata. Pelaku bisnis di NTT, terutama yang bergerak di sektor logistik penerbangan dan kesehatan, perlu memasukkan faktor ketahanan infrastruktur dalam perencanaan operasional mereka. Perusahaan logistik dan kargo yang melayani NTT disarankan memantau status pasokan listrik bandara untuk menghindari gangguan jadwal.
PLN menargetkan seluruh layanan kelistrikan di Flores dapat normal kembali dalam satu hingga dua minggu ke depan. Namun, potensi gempa susulan berkekuatan besar tetap menjadi risiko yang bisa merusak kembali infrastruktur transmisi yang baru saja diperbaiki. Publik kini menunggu pernyataan resmi PLN mengenai jadwal pemulihan total dan rencana penguatan jaringan di NTT, terutama apakah ada program investasi baru untuk ketahanan infrastruktur kelistrikan di wilayah rawan bencana.