Pencarian

Harga TBS Sawit Sumut Naik Lagi, Petani Plasma Terima Rp3.917,50 per Kilogram Pekan Ini

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 02:16:31 WIB
Harga TBS Sawit Sumut Naik Lagi, Petani Plasma Terima Rp3.917,50 per Kilogram Pekan Ini
Harga TBS kelapa sawit plasma di Sumatera Utara periode 19-25 Agustus 2026 resmi ditetapkan Rp3.917,50 per kilogram untuk tanaman produktif.

MEDAN — Angin segar kembali berembus bagi petani kelapa sawit plasma di Sumatera Utara pada pekan penjelang akhir Agustus 2026. Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Sumatera Utara memutuskan kenaikan harga jual komoditas tersebut dalam rapat yang digelar di Aula Padi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Medan, pada Rabu (19/8/2026).

Keputusan ini menjadi kabar baik setelah pekan sebelumnya harga sempat tertahan di level Rp3.902,10 per kilogram untuk tanaman produktif. Kenaikan tipis ini tetap dinanti para pekebun yang berharap tren positif berlanjut hingga akhir tahun.

Rincian Harga TBS per Kelompok Umur Tanaman

Dalam musyawarah tersebut, tim juga menyepakati sejumlah indikator penentu harga. Harga Crude Palm Oil (CPO) rata-rata ditetapkan sebesar Rp15.543,87 per kilogram tanpa PPN, sementara harga inti sawit atau kernel berada di angka Rp13.228,60 per kilogram. Adapun indeks K yang menjadi faktor koreksi disepakati sebesar 94,15 persen.

Berikut rincian lengkap harga TBS kelapa sawit untuk periode 19-25 Agustus 2026 berdasarkan usia tanaman:

  • Tanaman Umur 3 Tahun: Rp3.295,82 per kg
  • Tanaman Umur 4 Tahun: Rp3.513,71 per kg
  • Tanaman Umur 5 Tahun: Rp3.636,15 per kg
  • Tanaman Umur 6 Tahun: Rp3.744,44 per kg
  • Tanaman Umur 7 Tahun: Rp3.720,84 per kg

Skema harga ini khusus berlaku untuk TBS yang dihasilkan petani plasma yang bermitra dengan perusahaan inti. Sementara itu, untuk tanaman berumur 8-9 tahun dan di atas 20 tahun, biasanya mengikuti pola koreksi yang sama berdasarkan indeks K yang telah ditetapkan.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Sawit Sumut

Kenaikan harga TBS pekan ini sejalan dengan penguatan harga CPO di pasar global. Meski hanya naik tipis, pergerakan positif ini dianggap sebagai sinyal stabilnya permintaan industri pengolahan kelapa sawit di dalam negeri.

Fluktuasi harga TBS di Sumatera Utara sendiri sangat dipengaruhi oleh harga jual CPO dan kernel yang ditetapkan dalam forum musyawarah rutin pekanan. Para petani berharap tren kenaikan ini bisa bertahan mengingat biaya operasional kebun dan pupuk yang masih tinggi di lapangan.

Keputusan tim penetapan harga ini menjadi acuan resmi bagi seluruh transaksi jual beli TBS antara petani plasma dan perusahaan mitra di wilayah Sumatera Utara selama sepekan ke depan. Para petani diimbau untuk memantau pengumuman resmi dari dinas pertanian setempat agar tidak terjadi kesalahan transaksi di tingkat pabrik.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks