MEDAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara mengingatkan bahwa akses pelajar terhadap produk keuangan harus diimbangi dengan kemampuan mengelolanya secara bijak. Kepemilikan rekening semata dinilai tidak cukup untuk menjamin kesehatan finansial di masa depan.
Hal tersebut mengemuka dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan, Rabu (19/8/2026). Kepala OJK Sumut, Triyoga Laksito, menekankan bahwa edukasi pengelolaan uang menjadi kunci utama, bukan sekadar memiliki buku tabungan.
Pentingnya Pemahaman, Bukan Sekadar Kepemilikan Rekening
Triyoga Laksito menyatakan bahwa pemahaman tentang cara menggunakan layanan keuangan secara bertanggung jawab jauh lebih krusial daripada sekadar memiliki rekening. Ia menilai hal ini akan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan pelajar di kemudian hari.
“Memiliki rekening saja tidak cukup. Yang jauh lebih penting adalah memahami bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi kehidupan mereka ke depan,” ujar Triyoga dalam acara tersebut.
Menurutnya, peningkatan akses keuangan yang tengah digencarkan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi. Langkah ini dinilai penting agar pelajar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat sejak usia dini, sehingga terhindar dari perilaku konsumtif.
Materi Edukasi yang Ditekankan OJK Sumut
OJK Sumut mendorong penguatan literasi keuangan pelajar melalui beberapa materi kunci. Fokus utama edukasi ini adalah membangun kebiasaan finansial yang sehat dan aman bagi para pelajar di Sumatera Utara.
- Perencanaan keuangan sederhana untuk kebutuhan sehari-hari.
- Pembentukan kebiasaan menabung secara rutin dan konsisten.
- Pemahaman tentang penggunaan layanan perbankan secara aman.
Melalui pendekatan ini, OJK Sumut berharap pelajar tidak hanya menjadi pemilik rekening, tetapi juga mampu menjadi pengelola keuangan yang cerdas. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun generasi yang melek finansial di tengah perkembangan industri jasa keuangan yang semakin kompleks.