Pemerintah Kota (Pemkot) Tebing Tinggi memastikan komitmennya menekan angka stunting hingga mencapai target zero stunting pada 2026. Hal ini disampaikan Wali Kota Iman Irdian Saragih usai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera di Medan, Jumat (28/8/2026).
TEBING TINGGI — Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, menargetkan wilayahnya bebas dari kasus stunting pada tahun ini. Target tersebut ditegaskan menyusul keikutsertaannya dalam forum regional yang digelar Pemprov Sumatera Utara bersama Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Hotel Grand Mercure, Medan, Jumat (28/8/2026).
Dalam forum yang berlangsung secara hybrid itu, Iman didampingi Sekretaris Daerah Erwin Suheri Damanik, Kepala Dinas Kesehatan Fitri Sari Saragih, Plt. Kepala Bappeda Muhammad Hamdani, serta Kabag Prokopim Faisal Ahmad.
“Mohon doanya agar anak-anak yang berisiko stunting dapat tertangani dan menurun. Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus semangat melakukan penanganan anak-anak yang berisiko stunting. Mudah-mudahan tahun ini angka stunting menurun, dan target kita adalah zero stunting,” ujar Iman kepada awak media Diskominfo Tebing Tinggi.
Angka Stunting Sumatera Utara Masih di Atas Nasional
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiharto, memaparkan prevalensi stunting nasional berhasil turun signifikan dari 30,8 persen menjadi 19,8 persen. Namun, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Sumatera Utara masih mencatat angka 22 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
“Karena itu, program pencegahan dan percepatan penurunan stunting dinilai perlu terus dilanjutkan untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” kata Eddy.
Fokus Intervensi: Remaja Hingga Balita Non-PAUD
Rapat koordinasi ini membahas penguatan konvergensi intervensi bagi sasaran prioritas, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita usia 0-59 bulan. Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diintegrasikan untuk menjangkau kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Selain itu, forum ini turut mengadvokasi kebijakan insentif fiskal tahun 2026 dan merumuskan rencana tindak lanjut yang terukur. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan penanganan stunting.
“Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kerja bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” tegas Surya.
Penandatanganan Komitmen Bersama
Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera. Penandatanganan dilakukan secara luring dan daring sebagai bentuk kesepakatan seluruh pihak untuk memperkuat program penanganan stunting di wilayah Sumatera.
Iman menambahkan, keikutsertaan Pemkot Tebing Tinggi dalam forum ini merupakan langkah strategis memperkuat sinergi. “Berbagai strategi dan kebijakan yang dibahas diharapkan menjadi penguatan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas intervensi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan program pencegahan stunting menyentuh kelompok sasaran secara tepat,” pungkasnya.