MEDAN — Puluhan tahun berlalu sejak institusi itu dibubarkan, tapi semangat kebersamaan insan penerangan di Sumatera Utara tidak ikut padam. Hal itu terlihat dari antusiasme ratusan pensiunan eks Departemen Penerangan yang memadati aula Dinas Kominfo Sumut pada Sabtu (29/08/2026) untuk saling melepas rindu.
Mereka datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Anak, cucu, hingga keluarga almarhum rekan sejawat turut hadir, membuat suasana haru dan keakraban mewarnai jalannya acara.
Semangat Pengabdian di Tengah Keterbatasan
Ketua Forum Anantakupa Sumut, Zainuddin Mars, yang juga mantan Wakil Bupati Deliserdang dua periode, mengenang masa-masa pengabdian yang penuh tantangan. Menurutnya, para pegawai Deppen kala itu terbiasa bekerja dalam keterbatasan, namun tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
"Kita lahir di tengah-tengah kesulitan, tetapi kita bisa melaksanakan tugas dengan baik. Semangat itu masih berkobar seperti lautan biru samudra," ujar Zainuddin di hadapan para alumni.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para istri dan keluarga yang selama ini menjadi pilar pendukung perjalanan pengabdian para insan penerangan.
Gagasan Berawal dari Obrolan Ringan
Ketua Panitia Temu Kangen, Amran Matondang, mengaku sempat tidak percaya dengan besarnya animo peserta. Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara itu menuturkan, ide acara ini lahir dari pembicaraan sederhana sejumlah mantan pegawai yang ingin bertemu kembali.
"Tidak percaya begitu banyak yang hadir, sekitar 250 orang. Semangat eks Departemen Penerangan ternyata masih sangat tinggi," katanya.
Gagasan itu kemudian dikoordinasikan dengan para senior dan keluarga besar, hingga akhirnya terwujud dalam kegiatan temu kangen yang digelar di Medan ini.
Menjembatani Masa Lalu dan Masa Kini
Amran berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai ajang nostalgia belaka. Ia menekankan pentingnya kontribusi nyata para alumni terhadap pembangunan Sumatera Utara, salah satunya dengan mendukung program pemerintah daerah.
"Jadikan temu kangen ini sebagai motivasi untuk lebih bagus dan lebih baik. Kita juga harus berkolaborasi dengan pemerintah dan mendukung program pemerintah. Temu kangen ini mempertemukan masa lalu dengan masa kini," tegas Amran.
Senada dengan itu, tokoh eks Departemen Penerangan, Rustam Efendi (RE) Nainggolan, berharap kegiatan ini mampu menjaga komunikasi dan tali persaudaraan yang telah terjalin lama.
"Pertemuan seperti ini penting untuk menjaga hubungan persaudaraan yang telah dibangun selama masa pengabdian," ujarnya.
Rekor Kehadiran Pensiunan
Tokoh lainnya, Hasban Ritonga, yang pernah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Sumut, menyebut acara ini punya makna istimewa karena digelar di tempat mereka dahulu mengabdi. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi yang dinilainya belum pernah terjadi sebelumnya.
"Belum pernah perkumpulan eks pensiunan bisa sebanyak ini. Ini lambang kecintaan kita terhadap Departemen Penerangan," ujarnya.
"Ini kesempatan kita bertemu dan bersilaturahmi di tempat lama kita mengabdi. Api Anantakupa tak kunjung padam," imbuh Hasban.
Relevansi di Era Digital
Sekretaris Dinas Kominfo Sumatera Utara, Yazid Matondang, yang mewakili Kepala Dinas, menilai nilai-nilai pengabdian para insan penerangan masa lalu tetap relevan di tengah derasnya arus informasi saat ini. Menurutnya, kompleksitas era digital justru menuntut sinergi yang lebih kuat.
"Di era digital saat ini, semakin kompleks. Oleh sebab itu, sinergi dan kolaborasi antara pengalaman masa lalu dan energi masa kini menjadi kunci bagi kita untuk menghadirkan pelayanan informasi yang terbaik bagi masyarakat," jelas Yazid.
Ia pun menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang dinilainya telah bekerja keras dan ikhlas menyukseskan kegiatan tersebut.