Pencarian

Danantara Suntik Rp 2 Triliun ke VKTR Grup Bakrie, Mau Ekspansi Bisnis Apa?

Rabu, 02 September 2026 • 07:06:31 WIB
Danantara Suntik Rp 2 Triliun ke VKTR Grup Bakrie, Mau Ekspansi Bisnis Apa?
Danantara menandatangani nota kesepahaman awal untuk pendanaan maksimal Rp 2 triliun bagi VKTR guna mendukung ekspansi bisnis bus dan truk listrik.

SUMATERA UTARA — Rencana investasi ini tertuang dalam nota kesepahaman awal atau indicative non-binding term sheet yang sudah diteken VKTR dengan PT Danantara Investment Management (DIM). Dalam kesepakatan itu, induk usaha VKTR, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), juga ikut terlibat sebagai penanggung sejak 28 Agustus 2026.

“Penandatanganan Term Sheet tersebut merupakan bagian dari proses penjajakan dan pembahasan awal para pihak sehubungan dengan potensi kerja sama berupa pendanaan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha,” kata Direktur VKTR Indah Permatasari Saugi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/9).

Skema Pendanaan dan Rencana Penggunaan Dana

Nilai pokok pendanaan yang disiapkan mencapai maksimal Rp 2 triliun. Skema yang ditawarkan adalah utang dengan hak opsi konversi menjadi saham, dengan ketentuan rinci yang akan diatur dalam dokumen definitif.

VKTR berencana memakai dana segar ini untuk membiayai pengadaan bus listrik dan truk listrik. Penggunaan dana lainnya masih akan dibahas dan disepakati kedua belah pihak di kemudian hari.

Perlu dicatat, kesepakatan awal ini belum mengikat secara hukum. Realisasi pendanaan masih menunggu penandatanganan dokumen definitif. VKTR menegaskan rencana ini tidak berdampak negatif material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Kinerja VKTR di Paruh Pertama 2026

Di tengah rencana ekspansi tersebut, VKTR sebenarnya mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid. Pada semester I 2026, perseroan membukukan penjualan neto Rp 646,62 miliar, melonjak 56,17% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 414,03 miliar.

Pendapatan itu berasal dari penjualan komponen suku cadang dan besi bekas sebesar Rp 533,53 miliar, serta penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebesar Rp 114,72 miliar. Laba neto perseroan juga tumbuh 25% menjadi Rp 10,08 miliar dari sebelumnya Rp 8,05 miliar.

Struktur Kepemilikan Anak Usaha yang Menarik Dicermati

Meski laba tumbuh, ada yang menarik dari rincian laporan keuangan VKTR. Sebesar Rp 8,95 miliar atau 88,79% dari total laba justru dinikmati pemegang saham nonpengendali, sementara bagian pemilik entitas induk hanya Rp 1,12 miliar.

Kondisi ini terjadi karena VKTR belum sepenuhnya memiliki sejumlah anak usaha yang menjadi kontributor utama laba. Misalnya, di PT VKTR Sakti Industries (VSI) yang bergerak di bidang perakitan kendaraan, VKTR baru menguasai 60% saham.

Sementara itu, kepemilikan di PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI) memang sudah dinaikkan dari 51% menjadi 99,99% per 30 Juni 2026. Di PT Braja Mukti Cakra (BMC), VKTR hanya memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 50% melalui PT Bakrie Autoparts.

Jika kesepakatan dengan Danantara terealisasi, pendanaan segar ini berpotensi menjadi katalis pertumbuhan pendapatan VKTR dan entitas anak. Terlebih, bisnis bus dan truk listrik sejalan dengan tren transisi energi yang tengah digenjot pemerintah.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks