Pencarian

Aktivitas Gunung Sinabung Menurun, Pangdam I/BB Minta 1.279 Personel yang Disiagakan Tetap Waspada

Kamis, 03 September 2026 • 19:37:01 WIB
Aktivitas Gunung Sinabung Menurun, Pangdam I/BB Minta 1.279 Personel yang Disiagakan Tetap Waspada
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan erupsi Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara.

KARO — Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan personel serta seluruh unsur terkait siap menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Sinabung sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026 menunjukkan kecenderungan menurun. Namun, kondisi ini tidak lantas membuat status waspada dilonggarkan.

Evaluasi di Lapangan: Dari Data PVMBG hingga Kesiapan Logistik

Pangdam memulai rangkaian kegiatan dengan menerima pemaparan dari Kepala PVMBG Sumut, Kristianto, mengenai perkembangan aktivitas gunung. Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan kemudian melaporkan kesiapan penanganan bencana di wilayahnya.

Usai paparan, Pangdam memimpin Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Gunung Sinabung di Command Center Kodim 0205/TK. Acara ini dihadiri Bupati Karo Antonius Ginting, Kajari Karo Edmond Noveri Purba, serta Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho.

Arahan Pangdam: Ini Tugas Kemanusiaan, Bukan Sekadar Seremonial

Di hadapan pasukan, Pangdam menegaskan bahwa penanganan erupsi Sinabung adalah tugas kemanusiaan yang harus disiapkan secara matang. Kesiapan fisik, sarana, dan mental personel menjadi bagian penting yang tidak bisa ditawar.

“Kita berdoa agar hal terburuk tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan harus tetap kita jaga,” ujar Pangdam dalam keterangannya.

Ia mengingatkan bahwa kehadiran personel merupakan representasi negara untuk memberikan rasa aman dan bantuan langsung kepada masyarakat saat masa sulit. Karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas dengan ikhlas dan mengedepankan pendekatan humanis.

Teknis di Lapangan: Wajib Hafal Rute Evakuasi dan Jaga Kesehatan

Instruksi teknis turut ditekankan. Setiap personel wajib menjaga kondisi kesehatan, menguasai rute evakuasi secara detail, serta memastikan logistik pribadi maupun tim mencukupi agar operasi penyelamatan tidak terhambat.

Setelah apel, Pangdam dan rombongan mengecek langsung kesiapan personel serta display materiel pendukung. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan semua sarana siap dipakai sewaktu-waktu dalam proses evakuasi warga.

Waspada Potensi Erupsi Besar Meski Aktivitas Menurun

Kunjungan berlanjut ke Pos Tinjau PVMBG di Desa Naman Siroga. Di lokasi ini, Pangdam kembali mendengar penjelasan soal kondisi terkini gunung yang secara visual menunjukkan penurunan aktivitas sejak 31 Agustus.

Penurunan ini, lanjut Pangdam, tidak boleh membuat semua unsur lengah. Ia justru mengingatkan bahwa kondisi tenang bisa berubah menjadi erupsi besar yang tidak diharapkan.

“Walaupun aktivitasnya menurun, kita tidak boleh lengah. Kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi erupsi besar lainnya. Walaupun itu tidak kita harapkan, kita harus tetap mengantisipasi apabila hal itu terjadi,” tegasnya.

Sebelumnya, upaya evakuasi telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Kuta Tengah. Langkah ini diambil berdasarkan analisis dan rekomendasi PVMBG untuk mengantisipasi dampak erupsi yang lebih luas.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tobasatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks