Sebuah rumah milik Joko Gunawan (65) di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai) ambruk setelah dihantam truk tangki pada Jumat (4/9/2016) sekitar pukul 06.30 WIB. Beruntung, Joko yang sedang berada di ruang tamu bersama keluarganya selamat dari peristiwa tersebut, meski kerugian materi ditaksir mencapai Rp 20 juta.
SERGAI — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Link III, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai) ketika sebuah truk tangki bernomor polisi BK 8454 CV oleng dan menabrak bagian depan rumah warga hingga rusak berat. Peristiwa itu terjadi Jumat (4/9/2016) sekitar pukul 06.30 WIB.
Truk yang dikemudikan Antonius Malau (46) itu melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Sopir truk diduga kuat mengantuk sehingga kendaraannya keluar jalur dan menghantam rumah milik Joko Gunawan (65).
Pemilik Rumah Selamat, Kerugian Capai Rp 20 Juta
Joko yang saat itu berada di ruang tamu bersama keluarganya berhasil selamat dari kejadian tersebut. Namun, dampak material yang ditimbulkan cukup besar. Pihak kepolisian memperkirakan kerugian akibat kerusakan bagian depan rumah mencapai Rp 20 juta.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil mencapai Rp 20 juta," ujar Kasi Humas Polres Sergai AKP Beringin Jaya.
Diduga Sopir Mengantuk saat Melaju dari Tebing Tinggi
Kasi Humas Polres Sergai AKP Beringin Jaya menjelaskan, truk tangki yang dikemudikan Antonius Malau mengambil jalur ke kiri sesaat setelah tiba di lokasi kejadian. Sopir diduga kuat mengantuk saat mengendarai truk dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.
Setelah menerima laporan, personel Satlantas Polres Sergai langsung tiba di lokasi untuk mengevakuasi truk tangki ke Pos Lantas Sei Sejenggi. Sopir truk turut dimintai keterangan lebih lanjut terkait kronologi kecelakaan tersebut.
Imbauan bagi Pengemudi yang Mengantuk
Menanggapi kejadian ini, AKP Beringin Jaya mengimbau para pengemudi kendaraan berat untuk tidak memaksakan diri apabila merasa mengantuk saat berkendara. Beristirahat sejenak di tempat yang aman dinilai lebih baik daripada memaksakan perjalanan dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.