MEDAN — Tren pengiriman logistik melalui jalur kereta api di Sumatera Utara menunjukkan akselerasi signifikan. Data terbaru KAI Divre I Sumut mengungkapkan bahwa realisasi angkutan barang sepanjang delapan bulan pertama 2026 telah menembus angka 550 ribu ton.
Angka tersebut mencatat pertumbuhan 16 persen jika dibandingkan torehan 472.609 ton pada periode Januari–Agustus 2025. Manajemen menyebut kinerja ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan pergeseran preferensi pelaku industri dalam mendistribusikan komoditasnya.
Lonjakan 41 Persen di Bulan Agustus
Akselerasi paling tajam justru terjadi pada bulan kedelapan. Sepanjang Agustus 2026, volume barang yang diangkut mencapai 81.561 ton.
Capaian ini melesat 41 persen dari realisasi Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 57.753 ton. Artinya, dalam kurun satu bulan terakhir, permintaan jasa angkutan rel mengalami percepatan yang luar biasa.
Keandalan Rel Jadi Daya Tarik Utama
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini tidak lepas dari konsistensi pelayanan di tengah tantangan sektor transportasi. Dinamika kondisi alam dan kepadatan jalan raya disebut menjadi faktor pendorong mitra bisnis beralih ke kereta api.
“Di tengah meningkatnya tantangan sektor transportasi, mulai dari dinamika kondisi alam hingga semakin padatnya jalan raya, kereta api konsisten menjaga keandalan perjalanan. Hal ini memastikan komoditas yang diangkut tiba di tujuan secara tepat waktu, aman, dan efisien,” ujar Anwar.
Menekan Biaya Logistik Nasional
Efek berantai dari kelancaran distribusi berbasis rel ini turut menyentuh struktur biaya logistik. Anwar menjelaskan bahwa penghematan pada rantai pasok menjadi elemen kunci untuk menekan beban logistik nasional yang saat ini berada di kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Saat ini biaya logistik nasional masih di kisaran 14,29 persen dari PDB. Dengan kelancaran distribusi barang melalui kereta api, kami berharap dapat menekan biaya logistik daerah yang berimbas positif pada stabilitas harga produk yang sampai ke tangan masyarakat,” jelasnya.
Penguatan Rantai Pasok Wilayah
Konektivitas yang dibangun KAI tidak hanya menghubungkan titik A ke titik B. Alur logistik ini dirancang terpadu antara pusat industri, area perkebunan, lokasi pergudangan, hingga pelabuhan.
“KAI Divre I Sumut berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan prasarana dan pola operasional guna memberikan kemudahan rantai pasok dari kawasan industri dan perkebunan menuju pelabuhan maupun sebaliknya. Kelancaran distribusi logistik berbasis rel ini diharapkan tidak hanya menekan biaya operasional mitra, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan barang serta mendorong efisiensi ekonomi Sumatera Utara secara keseluruhan,” tutup Anwar.