PEMATANGSIANTAR — RSUD dr Djasamen Saragih resmi memiliki layanan urologi terbaru berupa Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), sebuah prosedur non-bedah yang menghancurkan batu ginjal dan batu ureter menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh. Langkah ini menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini harus dirujuk ke rumah sakit lain karena keterbatasan alat medis.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Djasamen Saragih, Fatma Azlamahda Lubis SKep Ners, menjelaskan bahwa ESWL menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal dan ureter menjadi serpihan kecil. Serpihan itu kemudian keluar secara alami bersama urine pasien.
“Dengan ESWL, batu ginjal dan ureter dapat dipecahkan tanpa melalui tindakan pembedahan atau operasi,” ujar Fatma.
Sejak lama, kasus batu ginjal di Pematangsiantar selalu dialihkan ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis urologi dan peralatan memadai. Kini, seluruh penanganan bisa dilakukan di RSUD dr Djasamen Saragih tanpa perlu meninggalkan kota.
“Selama ini kasus-kasus seperti batu ginjal kan selalu tereliminasi atau kita alihkan ke rumah sakit lain yang punya spesialis urologi. Sekarang sudah nggak lagi karena kita bisa layani keluhan ini semua di dr Djasamen Saragih dengan dokter spesialis urologi yang berpengalaman,” kata Fatma.
Manajemen rumah sakit saat ini sedang berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar layanan ESWL bisa terintegrasi dalam skema jaminan kesehatan nasional. Jika disetujui, pasien bisa mendapatkan tindakan secara gratis tanpa dipungut biaya tambahan.
“Ini kita sedang menunggu persetujuan dari BPJS agar cover medis ini bisa ditanggung BPJS. Karena nanti konsep layanan ini kan One Day Care, di mana pasien yang mendapat tindakan medis bisa langsung rawat jalan, tanpa menginap lama-lama di rumah sakit,” ucap Fatma.
Layanan ESWL sudah dapat diakses oleh masyarakat saat ini. Seluruh tindakan ditangani langsung oleh dokter spesialis urologi dan tenaga kesehatan profesional. Rumah sakit mengajak warga yang memiliki keluhan batu ginjal untuk memanfaatkan fasilitas baru ini.
Terobosan ini merupakan implementasi dari visi Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, yakni Siantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Prosedur ESWL tidak memerlukan sayatan bedah, sehingga risiko infeksi lebih kecil dan masa pemulihan lebih cepat. Pasien juga tidak perlu menginap lama di rumah sakit karena sistemnya one day care — datang, menjalani tindakan, dan pulang di hari yang sama.
Apakah semua jenis batu ginjal bisa dipecah dengan ESWL?
Tidak semua. ESWL efektif untuk batu berukuran tertentu dan di lokasi tertentu. Dokter spesialis urologi akan melakukan evaluasi sebelum menentukan tindakan.
Berapa lama satu sesi terapi ESWL?
Satu sesi biasanya berlangsung sekitar 30–60 menit, tergantung ukuran dan lokasi batu.
Apakah tindakan ini menyakitkan?
Pasien mungkin merasakan sedikit getaran atau ketidaknyamanan ringan, namun tidak sampai menimbulkan nyeri hebat. Prosedur dilakukan tanpa anestesi umum.