SUMATERA UTARA — Pasar kendaraan listrik nasional terus bergerak cepat. Jika beberapa tahun lalu pertanyaan besarnya adalah apakah mobil listrik bisa diterima, kini pertanyaan itu bergeser ke model mana yang paling cocok untuk kebutuhan harian. Dukungan pemerintah lewat insentif dan masuknya merek-merek baru asal Tiongkok seperti BYD, Wuling, Chery, Neta, dan VinFast membuat pilihan semakin beragam.
Di sisi lain, pabrikan Jepang masih mengambil langkah hati-hati. Mereka lebih banyak mengandalkan teknologi hybrid sambil menunggu infrastruktur pengisian daya di Indonesia matang. Situasi ini membuka celah bagi produsen asal Korea dan Tiongkok untuk mendominasi segmen EV murni.
BYD Seal menjadi salah satu nama yang paling sering disebut dalam diskusi mobil listrik 2026. Model ini mengusung desain sporty dan baterai Blade Battery yang diklaim lebih aman berkat struktur sel yang tahan terhadap tusukan.
Varian performa tertinggi Seal dikabarkan memiliki tenaga di atas 500 hp, membuat akselerasinya mampu menyaingi mobil premium. Fitur seperti kamera 360 derajat, adaptive cruise control, panoramic roof, dan sistem bantuan pengemudi modern sudah tersedia sebagai standar.
Meski begitu, konsumen masih menimbang dua hal: nilai jual kembali dan jaringan layanan purnajual yang belum seluas merek Jepang. Ini menjadi pertimbangan serius untuk pasar Indonesia yang mobilitasnya tinggi antar kota.
Hyundai Ioniq 5 tetap menjadi salah satu model favorit sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia. Desain retro-futuristik dan fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan mobil jadi sumber listrik portabel masih menjadi daya tarik utama.
Dari segi infrastruktur, Hyundai sudah memiliki jaringan dealer dan stasiun pengisian yang lebih mapan dibandingkan pendatang baru seperti BYD. Ini menjadi poin penting bagi konsumen yang tinggal di luar Pulau Jawa.
Namun, Ioniq 5 harus bersaing dengan harga yang mulai ditekan oleh kompetitor asal Tiongkok. Strategi BYD yang agresif dalam menawarkan fitur melimpah dengan harga kompetitif membuat Hyundai harus terus memperbarui penawaran mereka.
Sebelum menentukan pilihan, calon pembeli perlu membedakan jenis kendaraan elektrifikasi. EV atau Electric Vehicle adalah mobil listrik murni seperti BYD Seal dan Hyundai Ioniq 5 yang sepenuhnya menggunakan baterai tanpa mesin bensin.
Sementara itu, hybrid menggabungkan mesin bensin dan motor listrik tanpa perlu diisi daya eksternal — contohnya Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. Adapun PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle menggunakan kombinasi mesin bensin dan baterai yang bisa diisi ulang melalui charger, dianggap sebagai solusi transisi realistis untuk kondisi infrastruktur Indonesia saat ini.