SUMATERA UTARA — Status PSN diberikan melalui Surat Keterangan yang diterbitkan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Regulasi yang menjadi payung hukumnya adalah Peraturan Menko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, yang memasukkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu ke dalam daftar prioritas nasional.
Ketiga proyek tersebut masuk dalam gelombang pertama pengembangan fasilitas PSEL yang didorong pemerintah. Masing-masing dikelola oleh Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang berbeda: Bekasi Environment Nusantara untuk PSEL Kota Bekasi, Nusantara Bogor New Energy untuk PSEL Bogor Raya, dan Nusantara Bali New Energy untuk PSEL Denpasar Raya.
Dukungan Penuh Pemerintah untuk Percepatan Proyek
Dengan disematkannya status PSN, proyek-proyek ini akan mendapat prioritas dalam koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Hambatan birokrasi di lapangan dijanjikan bisa difasilitasi lebih cepat melalui instrumen percepatan pembangunan yang dimiliki KPPIP.
Chief Executive Officer Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, menyebut penetapan ini sebagai momentum penting bagi industri pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia. "Melalui Denera, kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Pandu dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Fondasi Ekosistem Energi dari Sampah
CEO Denera, Fadli Rahman, menambahkan bahwa status PSN ini bukan sekadar percepatan di tiga lokasi awal. Lebih dari itu, ia menjadi pijakan untuk pengembangan fasilitas serupa di kota-kota lain. "Penetapan PSN ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah melalui PSEL bukan lagi sekadar kebutuhan daerah, melainkan bagian dari kepentingan strategis nasional," kata Fadli.
Denera sendiri dibentuk secara khusus untuk mengembangkan platform PSEL nasional. Perusahaan ini bertugas melakukan investasi strategis, memilih teknologi yang tepat, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga penyedia teknologi internasional.
Menjawab Krisis Sampah dan Kebutuhan Energi Bersih
Di tengah volume sampah perkotaan yang terus meningkat, proyek PSEL dinilai sebagai solusi yang menggabungkan pengelolaan limbah dan produksi energi dalam satu ekosistem terintegrasi. Selain mengurangi ketergantungan pada TPA, proyek ini juga diharapkan berkontribusi pada target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional dan penurunan emisi karbon.
Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, optimalisasi pemanfaatan sampah menjadi listrik, hingga pembangunan kota yang lebih berkelanjutan. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, tiga proyek ini diharapkan menjadi model bagi pengelolaan sampah di kota-kota besar Indonesia ke depan.