STABAT — Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti membuka ruang dialog dengan warga yang rumah dan harta bendanya rusak akibat banjir. Pertemuan yang berlangsung Selasa itu dihadiri perwakilan korban dari wilayah Teluk Aru dan pengurus FMKBB. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan langsung harapan agar bantuan yang sudah diusulkan segera cair.
Tiorita didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, Kepala Pelaksana BPBD H.M. Ansyari, Kepala Dinas Sosial Taufik Rieza, dan Kepala Dinas Perkim Dr. Robbi Rezeki. Ia mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat sudah mengirimkan surat permohonan ke Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir, namun hingga saat ini usulan tersebut belum juga direalisasikan.
Hasil mediasi menghasilkan empat langkah konkret yang disepakati bersama antara pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat. Pertama, Pemkab Langkat akan segera mengirimkan surat resmi ke Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi serta Kementerian Sosial RI sebagai tindak lanjut percepatan bantuan.
Kedua, Plt. Bupati berkomitmen memperjuangkan hak-hak korban banjir melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Ketiga, perwakilan FMKBB akan diikutsertakan dalam agenda koordinasi dengan pemerintah pusat agar masyarakat bisa menyampaikan langsung kondisi dan harapan para korban.
Keempat, Pemkab Langkat berjanji mengedepankan transparansi dengan menyampaikan perkembangan progres tindak lanjut kepada masyarakat secara berkala.
Atas komitmen tersebut, perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi. Sebagai tindak lanjut, rencana penyampaian aspirasi yang semula dijadwalkan pada 9 Juli 2026 resmi ditunda. Warga memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk menindaklanjuti seluruh poin yang telah disepakati.
"Kami terus berupaya agar bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dapat segera diterima. Pemerintah Kabupaten Langkat sebelumnya juga telah mengirimkan surat permohonan kepada Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir, namun hingga saat ini usulan tersebut masih menunggu realisasi," ujar Tiorita dalam pertemuan tersebut.
Plt. Bupati juga menyatakan siap memfasilitasi perwakilan masyarakat untuk berkoordinasi langsung dengan satgas dan kementerian terkait. Dengan begitu, warga bisa memperoleh informasi secara langsung mengenai perkembangan proses usulan dan realisasi bantuan.
Melalui dialog yang berlangsung penuh semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemerintah pusat semakin kuat. Tujuannya, proses penanganan pascabanjir dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan kepastian bagi seluruh masyarakat terdampak.
Tiorita menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses tersebut hingga masyarakat memperoleh kepastian atas bantuan yang menjadi hak mereka.