Aktivitas Kegempaan Gunung Sinabung Menurun Dua Hari Terakhir, BPBD Karo Ingatkan Zona 2 Kilometer Masih Terlarang

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:16:31 WIB
Petugas memantau aktivitas kegempaan Gunung Sinabung yang menurun dalam dua hari terakhir, Rabu (5/8/2026).

KARO — Penurunan intensitas kegempaan Gunung Sinabung dalam dua hari terakhir tidak lantas menghapus potensi bahaya erupsi. Pemerintah Kabupaten Karo melalui BPBD menegaskan seluruh rekomendasi teknis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap berlaku penuh.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo, Juspri Nadeak, mengonfirmasi hal tersebut pada Rabu (5/8/2026). Pihaknya baru saja merampungkan koordinasi langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, sehari sebelumnya.

Lonjakan Kegempaan Terjadi Sejak 28 Juli, Kini Berangsur Reda

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan periode kritis terjadi pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026. Selama rentang waktu itu, frekuensi kegempaan tercatat meningkat signifikan.

“Hasil koordinasi dengan Penanggung Jawab Pos Pengamatan, Armen Putra, menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan sempat meningkat cukup signifikan sejak 28 Juli hingga 2 Agustus 2026,” ungkap Juspri.

Memasuki 3 Agustus, grafik kegempaan berbalik arah. Intensitasnya terus menurun hingga hari ini, sebuah perkembangan yang coba disampaikan BPBD agar masyarakat tidak panik.

Larangan Masuk Zona Bahaya Masih Berlaku Mutlak

Meski grafik menunjukkan perbaikan, Juspri menegaskan tidak ada ruang kompromi terhadap aturan jarak aman. Area dengan radius radial 2 kilometer dari puncak Sinabung wajib dikosongkan dari aktivitas manusia.

Ketentuan serupa juga berlaku untuk kawasan sektor selatan-timur hingga radius 3,5 kilometer, termasuk wilayah desa yang sebelumnya telah direlokasi. Aturan ini merujuk pada surat Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1321.LAP/GL.03/BGL/2026 tertanggal 1 Agustus 2026.

“Kami sampaikan informasi ini agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjebak kepanikan yang tidak perlu. Namun perlu ditekankan, penurunan angka kejadian gempa bukan berarti potensi bahaya hilang sepenuhnya,” tambahnya.

BPBD Minta Warga Hanya Percaya Informasi Resmi

Menghadapi situasi yang masih fluktuatif, BPBD Karo mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Verifikasi silang melalui instansi berwenang menjadi langkah paling aman.

“Kita terus memantau perkembangan setiap saat. Tetap disiplin, tetap saling berkoordinasi, dan jaga keselamatan bersama,” pungkas Juspri.

Tim BPBD Kabupaten Karo memastikan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung berjalan intensif selama 24 jam. Setiap perubahan status akan segera dikomunikasikan kepada masyarakat melalui kanal resmi pemerintah daerah.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top