Bulog Lubuklinggau Serap 202 Ton Jagung Petani, Polisi Kawal Hingga ke Gudang

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:50:01 WIB
Bulog KC Lubuklinggau menyerap 202 ton jagung petani dengan pengawalan polisi hingga ke gudang.

SUMATERA UTARA — Penyerapan jagung yang dilakukan Bulog KC Lubuklinggau bukan sekadar angka. Setiap tonase yang masuk harus melalui pemeriksaan kualitas ketat di laboratorium. Contohnya, Kelompok Tani Subur Jaya yang menyalurkan 2,3 ton jagung pipil ke Gudang Perum Bulog Sumber Harta pada Jumat (7/8/2026).

Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar air jagung berada di angka 14,0 persen dan kadar aflatoksin 35 PPB. Angka ini dinyatakan memenuhi persyaratan Bulog, sehingga seluruh hasil panen kelompok tani tersebut diterima.

Kepala Perum Bulog KC Lubuklinggau, Muklis Affandi, menegaskan bahwa penyerapan ini merupakan wujud komitmen Bulog untuk memastikan hasil panen petani terserap maksimal dengan harga yang layak. "Penyerapan ini merupakan wujud komitmen Bulog dalam memastikan hasil panen petani terserap maksimal dengan harga yang layak," ujarnya.

Polisi Turun ke Sawah, Kawal dari Tanam hingga Panen

Di balik lancarnya distribusi jagung tersebut, ada peran aktif jajaran Polres Musi Rawas. Mereka tidak hanya berjaga keamanan, tetapi juga mendampingi petani sejak proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga pascapanen.

Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan seluruh jajaran dari tingkat polres hingga polsek telah diinstruksikan untuk mengawal program ketahanan pangan secara menyeluruh.

"Kami hadir tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga memastikan proses pertanian berjalan lancar. Mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pendistribusian hasil panen ke Bulog tanpa kendala," ujar Kapolres.

Pendampingan Langsung di Lapangan

Salah satu contoh nyata pendampingan dilakukan oleh Polsek Muara Kelingi. Pada Jumat siang, Ps. Kanit Binmas Polsek Muara Kelingi Aiptu Eka Prasetya mendampingi langsung Ketua Kelompok Tani Subur Jaya, Hari Kristianto, saat menyerahkan hasil panennya ke gudang Bulog.

Aiptu Eka Prasetya mewakili Kapolsek Muara Kelingi IPTU M. Nurhendra mengatakan, pendampingan ini untuk memastikan hasil pertanian masyarakat tersalurkan dengan aman dan lancar. Tujuannya jelas: memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi petani.

Sinergi antara BUMN, aparat keamanan, dan petani ini menjadi model kolaborasi yang diharapkan terus berlanjut. Dengan pengawalan dari hulu ke hilir, target swasembada pangan nasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan kerja nyata di lapangan. Bagi petani di Musi Rawas dan sekitarnya, kepastian harga dan jaminan serapan menjadi angin segar untuk terus meningkatkan produksi jagung mereka.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top