Molinas Resmi Meluncur, Menperin: Kapasitas Produksi Motor Listrik RI Capai 2,5 Juta Unit per Tahun

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:54:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026).

SUMATERA UTARA — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). Langkah ini dinilai sebagai akselerasi penguasaan teknologi dan pendalaman struktur industri kendaraan listrik tanah air.

Agus menegaskan Indonesia tidak boleh berpuas diri hanya menjadi pasar kendaraan listrik. Ekosistem nasional harus tumbuh kuat dari hulu ke hilir agar memberi dampak ekonomi yang luas.

Investasi Rp30 Triliun dan 69 Perusahaan Roda Dua

Data Kementerian Perindustrian mencatat ada 69 perusahaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua dan tiga dengan kapasitas produksi 2,511 juta unit per tahun. Nilai investasi di sektor ini mencapai Rp1,2 triliun.

Sementara untuk roda empat, terdapat 14 perusahaan dengan kapasitas 409.860 unit per tahun. Industri kendaraan komersial listrik juga berkembang dengan 10 perusahaan dan kapasitas 7.500 unit per tahun.

“Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai,” ujar Agus dikutip Antara, Jumat (14/8).

Populasi KBLBB Tembus 468 Ribu Unit, Motor Listrik Dominan

Penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik nasional mencapai 468.231 unit, dengan roda dua mendominasi sebanyak 242.909 unit dan roda empat penumpang 223.100 unit.

Pertumbuhan populasi KBLBB selama 2020-2025 mencatat CAGR lebih dari 150 persen. Penjualan sepeda motor listrik naik signifikan dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan 77.078 unit pada 2024. Pada 2025, penjualan tercatat 55.059 unit.

“Kita ingin setiap peningkatan penggunaan kendaraan listrik memberikan multiplier effect sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional,” kata Agus.

TKDN Roda Dua Rata-rata 47,5 Persen, Target 80 Persen di 2030

Pemerintah terus mendorong penggunaan komponen dalam negeri. Hingga 22 Juli 2026, terdapat 48 perusahaan dengan 213 produk KBLBB bersertifikat TKDN. Untuk roda dua dan tiga, 31 perusahaan dengan 98 produk tersertifikasi mencatat rata-rata TKDN 47,5 persen, dengan rentang 27,00-74,27 persen.

Adapun TKDN tertinggi kendaraan listrik roda empat sudah mencapai 80,01 persen. Target resmi pemerintah menetapkan TKDN minimum 40 persen hingga 2026, naik menjadi 60 persen pada 2027-2029, dan minimal 80 persen mulai 2030.

Menurut Agus, peluncuran Molinas membuktikan Indonesia mampu bergerak dari pengguna teknologi menjadi pengembang teknologi. Semangat kemandirian industri harus diterjemahkan menjadi kerja nyata agar motor listrik nasional menjadi tulang punggung industri yang berdaulat dan berdaya saing global.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: infobanknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top