MapQuest Menolak Ubah Nama Lake Ontario, Aplikasi Mapping Lawas Ini Justru Laris Manis

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:07:00 WIB
MapQuest mencatat 184.000 unduhan global pada pekan yang dimulai 24 Agustus, naik lebih dari 10 kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.

SUMATERA UTARA — MapQuest, salah satu layanan pemetaan tertua yang masih beroperasi, menuai berkah dari keputusan politik yang justru kontroversial. Pekan lalu, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini mengumumkan menolak mengganti nama Lake Ontario menjadi Lake America di platformnya, menyusul perintah eksekutif Presiden Donald Trump. Bukannya kehilangan pengguna, aplikasi ini justru kebanjiran unduhan baru.

Lonjakan Unduhan Hingga 50 Kali Lipat

Data dari Sensor Tower, firma analitik pasar aplikasi, menunjukkan MapQuest mencatat 184.000 unduhan global dan 162.000 unduhan dari AS pada pekan yang dimulai 24 Agustus. Angka ini naik lebih dari 10 kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya. Di AS saja, unduhan harian melonjak 128 persen dari 26 hingga 30 Agustus.

Manajemen MapQuest menyebut terjadi "ratusan ribu" unduhan baru sejak keputusan itu diumumkan. Trafik penggunaan aplikasi juga disebut naik hingga 50 kali di atas level normal. Puncaknya, aplikasi ini sempat menempati peringkat keempat di Top Charts App Store AS untuk kategori non-game, posisi kedelapan secara keseluruhan, dan nomor satu di kategori Navigation. Di Kanada, aplikasi ini mencapai peringkat kedua hanya dalam hitungan hari.

Strategi "Lawan" yang Justru Menguntungkan

Keputusan MapQuest sebenarnya bukan sekadar sikap politik. Doug Berger, General Manager MapQuest, mengatakan perusahaannya memilih pendekatan yang sama seperti saat menolak mengganti nama Teluk Meksiko tahun lalu. "Kami mengambil pendekatan yang sama seperti yang kami lakukan dengan Teluk Meksiko: menjadi bagian dari percakapan, dan memberi orang aplikasi yang mempertahankan nama yang mereka kenal," ujarnya.

Sebagai bumbu kampanye, MapQuest juga meluncurkan alat online yang memungkinkan pengguna mengganti nama Lake Ontario secara bercanda dan membagikannya ke media sosial. Ini merupakan strategi pemasaran viral yang serupa dengan yang dilakukan tahun lalu.

Kompetitor Pilih Patuh pada Pemerintah

Keputusan MapQuest berbeda dengan langkah Google Maps. Pada Sabtu (30/8), raksasa teknologi itu mengumumkan kepatuhannya pada kebijakan Trump dengan memperbarui peta sesuai sumber resmi pemerintah AS, yaitu Geographic Names Information System (GNIS). Khusus untuk nama danau ini, Google hanya menampilkan "Lake America" untuk pengguna di AS. Pengguna di Kanada tetap melihat "Lake Ontario", sementara pengguna di negara lain melihat kedua nama.

Apple Maps hingga Senin pagi belum mengubah nama danau tersebut dan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Sebelumnya, baik Apple Maps maupun Google Maps telah mengganti Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika tahun lalu atas perintah serupa.

Konteks Politik: Tarif Baru dan Ketegangan Dagang

Keputusan Trump mengganti nama danau yang berbatasan langsung dengan Kanada ini terjadi saat hubungan dagang kedua negara sedang memanas. AS baru saja memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen atas barang Kanada senilai USD 20 miliar, dan Kanada mengancam akan melakukan retaliasi. Langkah MapQuest yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah ini pun dianggap sebagai bentuk dukungan simbolis terhadap Kanada.

Perjalanan Bisnis MapQuest yang Panjang

MapQuest adalah veteran industri pemetaan digital. Awalnya perusahaan publik, MapQuest diakuisisi AOL, lalu berpindah ke Verizon, dan akhirnya dijual ke System1, perusahaan periklanan internet, pada 2019. Sepanjang tahun ini, aplikasi MapQuest telah diunduh 687.000 kali secara global, naik 29 persen dibandingkan tahun lalu. Sejak 2012, total unduhannya mencapai 24,4 juta kali, dengan 97 persen berasal dari Amerika Serikat.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa keputusan politik yang berani bisa menjadi pembeda merek di tengah persaingan ketat aplikasi navigasi.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top