SUMATERA UTARA — Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) dan berlaku efektif pekan ini. Untuk RON97, harga baru ditetapkan sebesar RM4,25 (sekitar Rp 18.629) per liter dari sebelumnya RM4,30, sementara RON95 turun ke RM3,77 (Rp 16.525) dari RM3,82.
Diesel tanpa subsidi juga mengalami penyesuaian serupa. Harganya kini turun menjadi RM4,67 (Rp 20.470) per liter dari posisi RM4,72.
MOF menjelaskan, penetapan harga ini mengacu pada Automatic Pricing Mechanism (APM). Meski harga minyak mentah Brent sudah turun dari level puncak saat perang Amerika Serikat vs Iran, tekanan pasokan di pasar produk minyak olahan global masih berlanjut.
Sebagian besar faktor itu datang dari gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz, kapasitas penyulingan yang berkurang akibat konflik, serta pembatasan ekspor bahan bakar dari sejumlah negara. Semua faktor ini diperkirakan akan membuat harga terus berfluktuasi dalam jangka pendek.
Di sisi lain, China mulai melonggarkan pembatasan ekspor produk minyak olahan yang berlaku sejak Maret 2026. Namun, pasokan ke pasar regional belum pulih total ke level pra-konflik meski ekspor Negeri Panda mulai naik sejak Juli.
Di tengah penurunan harga pasar, pemerintah Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan komitmennya melindungi masyarakat lewat program subsidi tepat sasaran yang disebut Budi Madani. Program ini mencakup dua skema utama: Budi95 untuk bensin RON95 dan Budi Diesel untuk kendaraan diesel.
Warga Malaysia yang memenuhi syarat dalam program Budi95 tetap membayar RM1,99 (Rp 8.722) per liter untuk RON95, sementara pemerintah menanggung subsidi sebesar RM1,78 (Rp 7.802) per liter — atau 47 persen dari harga non-subsidi RM3,77.
Untuk penerima Budi Diesel, harga yang dibayar hanya RM2,10 (Rp 9.205) per liter. Pemerintah menanggung beban subsidi lebih besar lagi, yaitu RM2,57 (Rp 11.265) per liter atau sekitar 55 persen dari harga pasar RM4,67.
MOF juga mengumumkan perubahan penting lain: batas dasar kelayakan bulanan pemakaian untuk penerima subsidi Budi95 dan Budi Diesel telah dikembalikan menjadi 300 liter mulai 1 September lalu. Kabar ini jadi angin segar bagi pengguna, mengingat sebelumnya kuota ini sempat menjadi perhatian publik.
Sementara itu, pemilik kendaraan diesel seperti pikap dan jip berhak atas tambahan jatah 100 liter, sehingga total kuota yang didapat mencapai 400 liter per bulan untuk dua jenis kendaraan tersebut.
Keputusan Malaysia menurunkan harga BBM non-subsidi ini menjadi kontras dengan sejumlah negara yang masih mempertahankan harga tinggi menyusul situasi Timur Tengah yang belum stabil. Bagi konsumen Indonesia, kebijakan ini bisa menjadi indikator pergerakan harga minyak regional yang juga memengaruhi pasar energi di Tanah Air.