GBN-MI Sumut Siapkan 4 Agenda Peringatan Pertempuran Medan Area dan Hari Bela Negara 2026, Angkat Kisah Mayor Bedjo

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 07 September 2026 | 10:46:31 WIB
Rapat koordinasi GBN-MI Sumatera Utara membahas empat agenda peringatan Pertempuran Medan Area dan Hari Bela Negara 2026 di Medan.

MEDAN — GBN-MI Sumatera Utara tidak ingin peringatan tahun ini berhenti pada seremoni belaka. Organisasi ini merancang lomba mural, menulis cerita, hingga pembuatan video pendek berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengenalkan kembali perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan kepada generasi muda.

Ketua DPD GBN-MI Sumatera Utara, Iskandar Zulkarnean Nasution, memimpin langsung rapat koordinasi yang membahas konsep, waktu pelaksanaan, dan pembagian tugas. Ia didampingi Sekretaris Vendra Taufik, Bendahara Jailani, Wakil Ketua Hendrik, serta Ketua DPK GBN-MI Kota Medan, Bobi.

Mengapa Kisah Mayor Bedjo Diangkat ke Panggung Peringatan?

Iskandar menilai sejarah perjuangan semakin jauh dari pengalaman generasi muda saat ini. Salah satu peristiwa penting yang akan ditonjolkan adalah insiden perusakan lencana Merah Putih di Jalan Bali, Medan, pada 13 Oktober 1945 yang memicu perlawanan bersenjata pemuda dan laskar perjuangan melawan pasukan Sekutu dan NICA.

Perlawanan meluas hingga ke kawasan pinggiran dan Medan Utara. Di sinilah peran Mayor Bedjo, tokoh yang memimpin laskar perjuangan Napindo (Nasional Indonesia) Medan Utara, menjadi sentral. Bersama elemen laskar lain seperti Pesindo, Hizbullah, dan Barisan Merah, kekuatan rakyat dikonsolidasikan menghadapi Sekutu yang memasang patok batas "Fixed Boundaries of Protected Medan Area".

Bagi GBN-MI, rangkaian sejarah ini bukan sekadar masa lalu, melainkan materi pendidikan kebangsaan dan penanaman semangat bela negara. Lokasi bersejarah seperti Tugu Juang ’45/Gedung Juang 45 dan Tugu Apollo akan menjadi konteks kegiatan.

1. Upacara di Taman Segitiga Perjuangan

Puncak peringatan Pertempuran Medan Area direncanakan digelar pada 10 November 2026 di Taman Segitiga Perjuangan. Lokasi ini dipilih karena menjadi titik pertemuan Medan Area yang sarat nilai sejarah.

2. Lomba Mural di Lapangan Merdeka Medan

Lomba menggambar mural bertema Pertempuran Medan Area dijadwalkan pada 8 November 2026 di Lapangan Merdeka Medan. Setiap tim terdiri dari tiga orang peserta.

Melalui mural, panitia berharap sejarah perjuangan dapat diterjemahkan ke dalam karya visual yang lebih mudah diterima masyarakat luas, terutama generasi muda yang akrab dengan budaya visual.

3. Lomba Menulis dengan Tokoh Sentral Mayor Bedjo

Perlombaan menulis cerita atau karya tulis tentang Pertempuran Medan Area akan berlangsung dari awal Oktober hingga awal November 2026. Mayor Bedjo diangkat sebagai tokoh sentral untuk memperdalam riset dan penghayatan peserta terhadap peran tokoh lokal.

4. Lomba Video Pendek Berbasis AI

Kegiatan keempat adalah lomba membuat video pendek menggunakan aplikasi kecerdasan buatan (AI) dengan tema Pertempuran Medan Area dan Mayor Bedjo. Lomba ini juga direncanakan berlangsung pada 8 November 2026 di Lapangan Merdeka Medan.

Penggunaan AI menjadi pendekatan baru yang menggabungkan kreativitas generasi masa kini dengan materi sejarah. GBN-MI berharap sejarah tidak hanya disampaikan lewat upacara atau pidato, tetapi juga karya seni, tulisan, dan teknologi digital.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: aktualonline.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top