TAPANULI UTARA — Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menerima kunjungan kerja Ketua Satgas Pasca Bencana Sumatera Bidang PU/Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kementerian Pekerjaan Umum RI, Ir. Jarot Widyoko, beserta jajaran. Agenda berlangsung di Siborongborong, Rabu (9/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUTRHub) Tapanuli Utara, Dalan Simanjuntak. Kedua pihak membahas evaluasi progres serta penanganan lanjutan pada sektor jalan, jembatan, irigasi, dan sungai di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Kementerian PU menempatkan pemulihan akses Jalan Nasional ruas Tarutung–Tapanuli Tengah/Sibolga sebagai prioritas utama. Untuk sektor irigasi, dukungan direalisasikan lewat Program Optimasi Lahan (Oplah) dengan pagu anggaran sekitar Rp42 miliar yang mencakup 32 lokasi.
Sementara pada sektor jaringan air, normalisasi dan penanganan fisik Sungai Aek Sarulla di Kecamatan Pahae Jae sedang berjalan.
Bupati menegaskan bahwa perbaikan jalan kabupaten terdampak bencana belum tersentuh alokasi yang memadai. Menurutnya, empat wilayah memerlukan perhatian serius, yakni Kecamatan Parmonangan, Adian Koting, Sipoholon, dan kawasan Pahae.
"Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PU yang telah berjalan. Namun, Pemkab Tapanuli Utara masih membutuhkan alokasi anggaran yang besar untuk penanganan jalan kabupaten terdampak bencana, terutama yang berada di wilayah Kecamatan Parmonangan, Adian Koting, Sipoholon, dan kawasan Pahae," ujar Bupati.
Alokasi tersebut dinilai penting untuk memulihkan konektivitas ekonomi warga di wilayah-wilayah tersebut.
Menanggapi usulan itu, Jarot Widyoko mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Tapanuli Utara. Pihaknya berkomitmen membawa usulan prioritas daerah tersebut ke tingkat pusat dan mengupayakan realisasinya secara bertahap.
Melalui koordinasi intensif ini, Pemkab Tapanuli Utara menyatakan akan terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Targetnya, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali pulih secara optimal.