Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Temui Massa BEM SI Usai 3 Jam Bertahan di Depan Gedung, Tuntutan Resmi Ditandatangani

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Jumat, 11 September 2026 | 05:01:31 WIB
Massa BEM SI Sumatera Utara bertahan di depan Gedung DPRD Sumut sejak menjelang sore.

MEDAN — Massa BEM SI Sumatera Utara yang dipimpin BEM Universitas Sumatera Utara (USU) bertahan di depan Gedung DPRD Sumut sejak menjelang sore. Permintaan agar pimpinan dewan menemui mereka berulang kali disampaikan, tetapi belum dipenuhi hingga situasi memanas.

Sekitar pukul 16.30 WIB, mahasiswa kembali menyerukan agar Ketua DPRD Sumut menemui massa. Desakan itu turut disampaikan Ketua BEM Politeknik Negeri Medan (POLMED), Ahmad Arya Attalah, yang juga koordinator wilayah Sumut.

Api Dinyalakan, Orator Serukan Persatuan Mahasiswa

Situasi memanas sekitar pukul 16.43 WIB ketika para presiden mahasiswa diminta membentuk lingkaran. Api dinyalakan di tengah barisan, diiringi lagu Tanah Airku.

Itsqon Wafi, demisioner Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED), menyerukan persatuan mahasiswa dalam perjuangan.

“Sadarkan diri kita bahwa kita bersatu untuk berjuang, maka hari ini ketua DPRD yang sudah dipilih, tolong hadir di sini,” serunya.

Orator lain menyuarakan kekecewaan atas lambannya respons pimpinan DPRD Sumut. Ia mempertanyakan urgensi pertemuan bila pimpinan dewan tidak bersedia membuka ruang diskusi.

“Tidak ada gunanya bertemu dengan mereka jika tidak bisa diajak berdiskusi. Kenapa tidak keluar? Kenapa sampai harus bakar ban?” ujarnya.

Massa Memanjat Pagar, Seorang Peserta Aksi Terluka

Pada pukul 16.54 WIB, BEM USU memberi kesempatan kepada massa menyampaikan aspirasi lewat mimbar bebas. Hingga sekitar pukul 17.15 WIB, pimpinan DPRD Sumut masih belum menemui massa.

Sirine dibunyikan dan sejumlah massa mulai memanjat pagar gedung DPRD Sumut. Ketegangan meningkat ketika massa mendesak masuk ke dalam gedung.

Dalam situasi itu, seorang peserta aksi mengalami luka setelah terkena bagian besi pagar saat memanjat.

Erni Ariyanti: Apa yang Kalian Rasakan, Saya Juga Merasakan

Sekitar pukul 17.20 WIB, seorang petugas kepolisian menyampaikan bahwa pimpinan DPRD Sumut akan menemui massa. Tak lama kemudian, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus turun menemui demonstran.

Dalam dialog, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan, termasuk kasus Andrie Yunus, tindakan kepolisian, serta persoalan kriminalitas di Sumatera Utara. Ketua BEM USU, Angga Al Maaris Harahap, meminta pandangan Erni mengenai keresahan masyarakat terhadap kondisi keadilan di Indonesia setelah 81 tahun kemerdekaan.

Erni menjelaskan bahwa agenda DPRD Sumut hari itu cukup padat dan menyampaikan alasan dirinya baru dapat menemui massa pada sore hari. Ia menegaskan keresahan yang dirasakan mahasiswa juga dirasakannya.

“Apa yang kalian rasakan maka saya juga merasakan hal tersebut. Jika kalian merasa tidak merdeka maka saya juga merasa demikian,” ujarnya.

Tuntutan Dibacakan, Ditandatangani Pukul 17.40 WIB

Setelah dialog berlangsung, perwakilan mahasiswa membacakan tuntutan aksi. Seluruh tuntutan yang dibawa massa disetujui dan secara resmi ditandatangani Ketua DPRD Sumut sekitar pukul 17.40 WIB.

Angga, selaku Koordinator Lapangan, dalam wawancara bersama Suara USU menyampaikan bahwa BEM Siantar saat ini masih mengalami kendala. Informasi yang diperoleh masih akan diperjelas dan dikonfirmasi lebih lanjut sebelum disampaikan melalui pernyataan resmi.

Aksi Ditutup dengan Nyala Lilin dan Doa Bersama

Aksi ditutup dengan suasana lebih khidmat. Pada pukul 17.48 WIB, massa kembali membentuk lingkaran dan menyalakan lilin dengan diiringi lagu Tanah Airku.

Bunga dilemparkan ke arah spanduk sambil menyanyikan lagu mars mahasiswa. Bendera dari masing-masing perguruan tinggi turut dikibarkan.

Aksi resmi diakhiri dengan doa bersama pada pukul 18.04 WIB. Setelahnya, massa membersihkan area demonstrasi sebelum kembali ke Taman Bunga yang menjadi titik kumpul, lalu bersama-sama menuju Gelanggang Mahasiswa USU.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: suarausu.or.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top