SUMATERA UTARA — Jokic mengenang masa-masa awalnya di liga ketika ia masih mencari arah soal disiplin latihan. Dalam wawancaranya, ia menyebut dua mantan rekan setim di Denver Nuggets sebagai figur yang ia contoh sehari-hari.
Menurut Jokic, Nelson dan Chandler adalah sosok yang paling ia perhatikan ketika baru masuk NBA. Keduanya menunjukkan standar kerja yang ia jadikan acuan.
"When I came to the NBA, I had Jameer Nelson and Wilson Chandler as role models when it came to training," kata Jokic, dikutip dari Hoops Hype.
Nelson dikenal sebagai guard veteran dengan etos kerja tinggi, sementara Chandler merupakan forward yang konsisten menjaga kondisi fisiknya. Kombinasi keduanya memberi gambaran nyata bagi Jokic soal tuntutan kompetisi di level tertinggi.
Jokic juga menyebut nama Mike Miller dalam kesempatan yang sama. Ia mengakui Miller punya pengaruh, tetapi situasinya sedikit berbeda karena usia Miller yang sudah lebih matang saat itu.
"Mike Miller was there too, although he was already a little older at the time," ujarnya.
Keterangan ini memperlihatkan bagaimana Jokic menyerap pelajaran dari pemain-pemain yang lebih dulu mapan, bukan hanya dari pelatih. Ia mengamati kebiasaan mereka di gym dan menjadikannya kebiasaan pribadi.
Perjalanan Jokic dari pemain yang baru beradaptasi menjadi tiga kali MVP NBA menunjukkan hasil dari proses panjang tersebut. Etos latihan yang ia bangun di awal karier menjadi fondasi permainannya sekarang.
Sosok-sosok seperti Nelson dan Chandler mungkin tak pernah menyangka akan menjadi panutan bagi pemain asal Serbia itu. Namun bagi Jokic, peran mereka nyata dalam membentuk cara ia bekerja hingga kini.