PEMATANGSIANTAR — Ketua Dekranasda Kota Pematangsiantar Liswati Wesly Silalahi menegaskan komitmen mendorong perajin lokal meningkatkan kualitas karya, kreativitas, inovasi, kemasan, hingga pemasaran produk. Menurutnya, semangat Kriyanusa 2026 sejalan dengan upaya pihaknya membawa produk kerajinan daerah semakin dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pameran Kriyanusa 2026 dibuka Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming Raka. Ajang tahunan ini melibatkan 257 peserta yang menempati 410 booth, terdiri dari Dekranasda, kementerian/lembaga, yayasan, hingga pelaku kuliner.
Beragam produk dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, wastra, produk usaha mikro dan kecil (UMK) binaan, hingga karya perajin dari berbagai daerah di Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun ini, Sumatera Selatan ditetapkan sebagai ikon Kriyanusa 2026.
Liswati menilai kehadirannya di pameran tersebut menjadi kesempatan melihat perkembangan produk kriya dari berbagai daerah sekaligus memperluas jejaring dengan perajin dan pelaku UMKM.
"Perajin kita harus terus didorong untuk naik kelas. Bukan hanya dari sisi kualitas karya, tetapi juga dalam pengembangan usaha dan pemasaran. Kita ingin produk kerajinan daerah semakin dikenal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," kata Liswati.
Dalam sambutannya, Selvi Gibran menegaskan bahwa pameran kerajinan tidak hanya menjadi ruang memamerkan karya, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para perajin.
Ia menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, dan transformasi dalam mengembangkan produk kriya. Budaya disebutnya sebagai akar identitas bangsa, tetapi pelestariannya perlu berjalan beriringan dengan inovasi agar produk kriya Indonesia mampu menghadapi perkembangan pasar global.
"Harapannya, para perajin kita tidak hanya terampil berkarya, tetapi juga memiliki daya saing dan semakin sejahtera," pesan Selvi.
Selvi juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mencintai serta mendukung produk lokal dan buatan Indonesia. Dukungan tersebut, katanya, tidak hanya menjadi bentuk kebanggaan terhadap karya anak bangsa, tetapi juga dapat membantu menggerakkan perekonomian keluarga dan daerah.
Bagi Dekranasda Kota Pematangsiantar, Kriyanusa 2026 menjadi momentum untuk belajar, bertukar pengalaman, serta melihat berbagai inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan sektor kriya di daerah tersebut.