MEDAN — Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito menyampaikan capaian tersebut dalam acara Media Talk bertema Sektor Jasa Keuangan Tumbuh, Literasi dan Inklusi Keuangan Menguat di Sumatera Utara, di Kantor OJK Sumut, Selasa (22/09/2026). Pertumbuhan aset bank umum konsolidasi ditopang penyaluran kredit yang naik lebih cepat dibanding DPK.
“Kredit tumbuh lebih tinggi dibandingkan aset dan DPK, yaitu sebesar 7,07% YoY menjadi Rp332,6 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan masih aktif menyalurkan pembiayaan ke masyarakat dan dunia usaha,” kata Triyoga.
Kredit UMKM Turun 1,77 Persen, OJK Sebut Perlu Dorongan Lebih Kuat
Kredit UMKM bank umum di Sumut turun 1,77 persen YoY dari Rp81,9 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp80,4 triliun pada Juli 2026. Triyoga menyebut perlambatan segmen ini perlu menjadi perhatian khusus.
“Artinya, penyaluran kredit ke segmen UMKM belum tumbuh seperti segmen lainnya dan masih perlu didorong lebih kuat,” ungkapnya.
Struktur kredit bank umum Sumut masih didominasi korporasi sebesar 47 persen, disusul konsumtif 29 persen, dan UMKM 24 persen. Porsi UMKM yang sekitar seperempat dari total kredit menunjukkan potensi risiko masih ada, tetapi pergerakannya belum menunjukkan tekanan besar.
NPL Bank Umum 1,96 Persen, LAR Naik 16 Basis Poin
Non-Performing Loan bank umum berada di level 1,96 persen per Juni 2026, naik tipis 4 basis poin dari periode sebelumnya. Angka Loan at Risk tercatat 6,3 persen, naik 16 basis poin YoY.
“Kenaikan ini tetap perlu dipantau, namun secara umum kualitas kredit masih berada pada level yang terkendali,” tegas Triyoga.
Modal Ventura Melonjak 45,17 Persen, NPF Ikut Naik ke 6,37 Persen
Di luar sektor perbankan, perusahaan pembiayaan mencatat Piutang Yang Dapat Dicairkan sebesar Rp24,1 triliun per Juni 2026, tumbuh 5,92 persen YoY dengan NPF di level 2,90 persen. Pembiayaan modal ventura melonjak 45,17 persen YoY dari Rp489,8 miliar menjadi Rp711,1 miliar.
“Pembiayaan modal ventura tumbuh cukup tinggi dari Rp489 miliar menjadi Rp711,1 miliar, atau naik 45,17% YoY. Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas pembiayaan modal ventura di Sumut meningkat signifikan. Di sisi lain, NPF juga naik menjadi 6,37%, sehingga ekspansi pembiayaan perlu diimbangi dengan penguatan manajemen risiko,” paparnya.
Pembiayaan fintech lending meningkat dari Rp3,08 triliun menjadi Rp3,97 triliun atau tumbuh 29,1 persen YoY. Tingkat Wanbayar Per Minggu naik menjadi 1,77 persen atau meningkat 22 basis poin YoY.
“Namun, TWP naik menjadi 1,77%, sehingga kualitas pinjaman tetap perlu dipantau agar pertumbuhan tidak diikuti kenaikan risiko yang lebih besar,” tambahnya.
Premi Asuransi Jiwa Naik 55,7 Persen, Klaim Melonjak 75,31 Persen
Premi asuransi jiwa naik 55,7 persen YoY menjadi Rp6.165,70 miliar per Mei 2026. Klaim juga naik signifikan 75,31 persen YoY menjadi Rp4.592,80 miliar.
“Kinerja asuransi jiwa Sumut meningkat, dengan premi naik menjadi Rp6.165,7 miliar atau tumbuh 55,7% YoY. Di saat yang sama, klaim juga naik menjadi Rp4.592,8 miliar atau tumbuh 75,31% YoY, sehingga peningkatan klaim tetap perlu dicermati seiring pertumbuhan premi,” jelas Triyoga.
Untuk asuransi umum, premi naik tipis 2,25 persen menjadi Rp937,4 miliar, sementara klaim melonjak 56,2 persen menjadi Rp694,1 miliar.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena beban klaim meningkat di tengah peningkatan tips premi,” ujarnya.
Investasi dana pensiun tercatat sebesar Rp1.267,9 miliar per Juli 2026, tumbuh 1,95 persen YoY.