MEDAN — Rapat sinkronisasi usulan lokasi program Lisdes, fasilitasi penyiapan lahan, dan penyelesaian perizinan digelar di Aula Kantor PLN UID Sumatera Utara, Medan. Forum itu dihadiri perwakilan 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara serta instansi teknis seperti Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menyatakan Rasio Elektrifikasi (RE) Sumatera Utara sudah menyentuh 99,86 persen. Sisa pekerjaan rumah ada di kantong-kantong permukiman yang sulit dijangkau jaringan distribusi.
Untuk tahun 2026, Kementerian ESDM menetapkan 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44 persen atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal.
"Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44% atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal," ujar Feby.
Pemerintah menargetkan RE 100 persen pada 2029. Karena itu, penuntasan akses listrik hingga ke pelosok tetap diprioritaskan meski angka elektrifikasi provinsi sudah mendekati penuh.
Feby memaparkan tiga strategi utama yang diterapkan Kementerian ESDM untuk menuntaskan akses listrik di wilayah terpencil:
Untuk melancarkan pelaksanaan program, Kementerian ESDM meminta dukungan pemerintah daerah dalam pembebasan lahan, percepatan izin kawasan hutan, kejelasan koordinat lokasi, hingga sosialisasi Right of Way (ROW) atau hak lintasan jaringan listrik kepada masyarakat.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menyatakan jajarannya siap membangun infrastruktur kelistrikan. Kepastian perizinan, lahan, dan akses jalan disebut menjadi kunci kelancaran pengerjaan di lapangan.
"Ukuran keberhasilan program listrik desa bukan sekadar berapa banyak tiang dan jaringan yang terbangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya dapat menikmati listrik dan merasakan manfaat nyatanya," kata Rizky.
Menurutnya, pemerataan listrik merupakan fondasi vital untuk menggerakkan roda ekonomi produktif, mendukung sektor pendidikan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, menyambut baik sinkronisasi ini. Dinas Perindustrian, Perdagangan, ESDM Provinsi Sumut telah menerima 117 usulan lokasi Lisdes, dengan 47 lokasi berada di wilayah prioritas meliputi Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Mandailing Natal.
Timur mendorong seluruh pemerintah daerah mengoptimalkan sesi coaching clinic dalam rangkaian acara tersebut. Tujuannya agar kendala administratif dan perizinan kawasan dapat segera dituntaskan, sehingga realisasi fisik dapat dikejar pada 2027.
Sinergi lintas instansi ini diharapkan mempercepat hadirnya terang listrik bagi masyarakat pedalaman Sumatera Utara, mendorong pemerataan pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah terpencil.