MEDAN — Fahmi Ashari menilai permintaan Wali Kota Medan agar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) lebih agresif mengejar penerimaan daerah sudah tepat. Menurutnya, masih banyak sumber penerimaan yang belum digarap maksimal, khususnya dari sektor nonpajak.
Ia menyoroti peran badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum memberi kontribusi optimal terhadap kas daerah. Pariwisata dan kuliner disebutnya sebagai dua sektor dengan potensi besar yang bisa digenjot Pemkot Medan.
Fahmi mengingatkan bahwa realisasi pendapatan asli daerah Kota Medan baru menyentuh 64,5 persen. Artinya, masih ada 35,5 persen target yang harus dipenuhi sementara waktu anggaran terus berkurang.
Kondisi itu, katanya, menuntut pemerintah kota bekerja lebih terukur. Pemetaan potensi ekonomi daerah secara menyeluruh dinilai menjadi langkah awal yang tidak bisa dilewati.
"Sudah 64,5 persen. Jadi, sisanya 35,5 persen. Ini bisa dipenuhi melalui metode Nudge," ujarnya.
Pengembangan sumber pendapatan alternatif, menurut Fahmi, harus melibatkan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah. Tanpa koordinasi, program yang dijalankan berisiko tidak memiliki sasaran jelas dan sulit diukur kontribusinya.
Ia menekankan bahwa penguatan penerimaan daerah tidak harus selalu bergantung pada pajak masyarakat. BUMD, pariwisata, dan kuliner bisa menjadi penopang tanpa membebani warga.
"Upaya tersebut dapat memperkuat penerimaan daerah tanpa hanya mengandalkan pajak masyarakat," kata dia.
Fahmi menyebut metode Nudge sebagai salah satu cara yang bisa dipakai untuk menutup kekurangan penerimaan. Pendekatan itu dinilai lebih memudahkan wajib bayar memenuhi kewajibannya tanpa harus menambah beban baru.
Ia berharap seluruh perangkat daerah bergerak bersama menyusun skema penerimaan yang menyasar sektor-sektor belum tergarap. Setiap program, katanya, perlu punya target yang jelas dan terhubung langsung dengan peningkatan PAD.
"Saya setuju dengan Wali Kota Medan yang meminta Bapenda harus lebih agresif meningkatkan penerimaan daerah. Karena banyak yang perlu dimaksimalkan termasuk sektor nonpajak," ujar Fahmi di Medan, Kamis.