Dokumenter Perfect Road Ikuti Pesepeda Nomaden Taklukkan Jalur Pegunungan Eropa

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:03:01 WIB
Dokumenter Perfect Road karya Adam dan Christian Bonke mengikuti pesepeda nomaden Maximilian Schnell melintasi jalur pegunungan tertinggi Eropa.

SUMATERA UTARA — Film dokumenter Perfect Road karya sutradara bersaudara Adam dan Christian Bonke mengikuti perjalanan Maximilian Schnell, pesepeda nomaden yang menantang diri melintasi jalur pegunungan tertinggi Eropa. Setelah tayang perdana di Zurich Film Festival, dokumenter ini masuk program BFI London Film Festival ke-70. Kisah Schnell yang meninggalkan pekerjaan dan hidupnya di Paris menjadi inti dari studi karakter tentang kebebasan dan prioritas hidup.

Maximilian Schnell meninggalkan pekerjaan dan kehidupannya di Paris bertahun-tahun lalu, lalu memulai hidup nomaden di atas sepeda. Jalanan memberinya kebebasan dan petualangan, sekaligus tantangan fisik dan mental yang berat. Perjalanan itulah yang direkam Adam dan Christian Bonke dalam Perfect Road.

Dokumenter ini diproduksi Elk Film dan Dogwoof, dengan Andreas Dalsgaard, Anna Godas, Oli Harbottle, dan Miriam Nørgaard sebagai produser. Jonatan Mose bertindak sebagai sinematografer, sementara Martin Anthon menangani penyuntingan.

Perjalanan Ekstrem di Jalur Pegunungan Eropa

Perfect Road mengikuti Schnell menaklukkan sejumlah jalur pegunungan tertinggi di Eropa. Di balik pemandangan alam yang memukau, film ini juga menjadi renungan soal kehidupan modern dan studi karakter. Gaya hidup Schnell, bahkan di era pekerja digital nomaden, mendorong batas kebiasaan.

Hubungannya dengan pasangannya, Nina, turut membuat Schnell mempertanyakan prioritas hidupnya. Pertanyaan-pertanyaan itu mengalir sepanjang film, berdampingan dengan hari-hari bersepeda yang melelahkan.

Schnell Tolak Ubah Jadwal demi Film

Schnell sudah merencanakan tantangan itu selama tujuh atau delapan bulan, bahkan bisa sampai setahun. Ia menegaskan tidak akan menunda misi tersebut hanya demi proses produksi film yang biasanya memakan waktu panjang.

"Saya tidak akan menunda tantangan ini dua tahun," ujarnya kepada THR. "Dan saya sangat jelas soal itu sejak hari pertama."

Sejak awal ia menetapkan syarat: tim film harus merekam apa adanya tanpa mengganggu usahanya. Schnell menolak mengulang adegan atau berakting untuk kepentingan dokumenter.

Kru Hidup Tiga Bulan di Campervan

Tim produksi menghabiskan tiga bulan tinggal di campervan sambil merekam perjalanan Schnell. Awalnya mereka berencana memakai beberapa sinematografer, tetapi rencana berubah setelah sang DP kehilangan tempat tinggal dan memutuskan mengerjakan seluruh periode syuting.

Adam dan Christian Bonke bergantian mengikuti Schnell. Kedisiplinan sang pesepeda memudahkan kru menyusun jadwal, karena ia memetakan rute dan puncak yang akan didaki dengan detail. Kru bahkan bisa memperkirakan posisinya 12 hari ke depan.

Meski kerap ingin menawarkan bantuan, kru menahan diri. Schnell menolak segala bentuk keuntungan, termasuk cadangan ban di kendaraan tim. Ia hanya masuk ke campervan sekali dalam waktu sangat singkat.

Harga Kesunyian di Tengah Sorotan Kamera

Kesunyian menjadi salah satu nilai inti Schnell, dan kehadiran tiga orang kru di sekitarnya sempat membuatnya lelah. Ia awalnya antusias, tetapi konsentrasi pada beban fisik membuat kamera yang terus mengikuti terasa mengganggu.

Perfect Road tayang perdana di Zurich Film Festival sebelum masuk seleksi BFI London Film Festival ke-70. Film ini menawarkan pemandangan pegunungan sekaligus pertanyaan eksistensial bagi penontonnya.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top