MEDAN — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perumahan dan kawasan permukiman di seluruh kabupaten/kota. Koordinasi itu menyusul kunjungan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Sri Haryati ke Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (9/10/2026).
Program bedah rumah yang dimaksud merupakan bagian dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digulirkan Kementerian PKP. Dari total 15.011 unit untuk Sumut pada 2026, sebanyak 9.068 unit sudah masuk tahap pendataan dan verifikasi.
Alokasi Sumut tahun ini melonjak tajam. Sri Haryati menyebut kenaikannya mencapai 13.029 unit dibanding tahun sebelumnya.
"Pada tahun 2025 Sumut mendapat alokasi program bedah rumah 1.982 unit. Naik 13.029 unit atau 657 persen tahun 2026," kata Sri Haryati.
Rincian 15.011 unit itu terbagi tiga: 3.411 unit untuk kawasan permukiman, 4.505 unit untuk wilayah perkotaan, dan 7.065 unit untuk wilayah pedesaan. Sebagian besar penerima berada di desa.
Setiap penerima bantuan mendapat dana Rp 20 juta. Dana itu dibagi Rp 17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk membayar upah tukang.
Skema tersebut diarahkan agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memperbaiki rumahnya menjadi lebih layak, sehat, dan aman dihuni. Pemerintah juga mengharapkan perputaran uang di tingkat kampung ikut terdorong lewat pembelian material dan penyerapan tukang lokal.
Tidak semua unit sudah siap dieksekusi. Selain 9.068 unit yang masuk pendataan dan verifikasi, sisanya masih membutuhkan dukungan Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota agar proses hingga realisasi bantuan tidak tersendat.
Timur menegaskan percepatan itu penting karena pelaksanaan program tersebar di banyak daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PKP atas penambahan alokasi untuk Sumut.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Perkim kabupaten/kota. Program bedah rumah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi Sumut," ujar Timur.
Kunjungan Sri Haryati ke Sumut bertujuan memastikan program berjalan sesuai rencana. Kementerian PKP akan menurunkan tim untuk memantau langsung sejumlah daerah.
"Kehadiran saya di sini untuk memastikan terlaksananya program itu. Kami akan turun langsung ke daerah seperti Sergai, Deliserdang, dan Kota Medan untuk memonitor terlaksananya program itu," ujarnya.
Bagi warga yang masuk daftar, tahapan berikutnya adalah penyelesaian verifikasi oleh dinas Perkim setempat. Setelah lolos, pencairan dan pembelian material bisa mulai dijalankan.