Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Rehabilitasi Rumah Buruh Tani 68 Tahun di Aek Batu

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 15:01:31 WIB
Personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu membongkar dinding rumah Tukirin (68) yang dinilai sudah rapuh di Dusun Wonosari, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba.

LABUHANBATU SELATAN — Personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu mengerjakan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Tukirin (68) secara bertahap. Pembongkaran dinding yang sudah tidak layak menjadi langkah awal, disusul penggalian pondasi dan pemasangan batu untuk memperkuat struktur bangunan.

Rumah yang direhabilitasi berada di Dusun Wonosari, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tukirin sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan tinggal bersama istrinya.

Mengapa Dinding Dibongkar Lebih Dulu

Kondisi dinding rumah dinilai sudah rapuh sehingga tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Satgas memilih membongkar lebih dulu sebelum masuk ke pekerjaan pondasi, agar kekuatan bangunan baru tidak bergantung pada struktur lama yang sudah rusak.

Pengerjaan dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kondisi bangunan dan kebutuhan konstruksi. Penggalian pondasi menjadi bagian penting karena menopang seluruh beban rumah di atasnya.

Dua Penghuni, Satu Target: Hunian Layak

Keluarga Tukirin hanya beranggotakan dua orang, yakni dia dan istrinya. Dengan skala keluarga kecil itu, rehabilitasi RTLH diharapkan langsung meningkatkan kualitas tempat tinggal, terutama soal kenyamanan dan keamanan.

Program TMMD ke-130 menyasar kebutuhan dasar warga, salah satunya penyediaan hunian yang lebih layak. Pembangunan fisik diarahkan menyentuh persoalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sasaran.

Kerja Nyata TNI di Tengah Warga Torgamba

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah sasaran TMMD. Satgas Kodim 0209/Labuhanbatu menempatkan pembangunan fisik sebagai jalan memperkuat kedekatan dengan warga.

Bagi Tukirin, perbaikan rumah berarti ia dan istrinya tidak lagi menempati bangunan yang dindingnya rapuh. Pekerjaan pondasi dan pemasangan batu menjadi penanda tahap konstruksi yang sedang berjalan.

Satgas melanjutkan pengerjaan hingga rumah tersebut selesai diperbaiki. Target akhirnya satu: Tukirin dan istrinya bisa menempati hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: metrorakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top