IHSG Dibuka Menguat ke 5.397 Lalu Berbalik Melemah 0,24 Persen, Saham BMRI BBRI TLKM Tertekan

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:01:31 WIB
IHSG dibuka menguat ke level 5.397,33 sebelum berbalik melemah 0,24 persen pada perdagangan Jumat (23/10/2026).

MEDAN — IHSG mengawali perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, di level 5.397,33 dan sempat bergerak menguat. Penguatan itu tidak bertahan lama. Indeks acuan pasar saham Indonesia berbalik melemah 0,24 persen tak lama setelah pembukaan.

Sepanjang awal perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 5.370 hingga 5.405. Kapitalisasi pasar tercatat Rp9.495 triliun pada periode yang sama.

257 Saham Menguat, 199 Melemah

Di tengah pelemahan indeks, mayoritas saham justru bergerak positif. Sebanyak 257 saham tercatat menguat, 199 saham melemah, dan 227 saham stagnan.

Namun tekanan pada saham berkapitalisasi besar menahan laju indeks. Saham perbankan dan telekomunikasi pelat merah menjadi penekan utama.

Saham BUMN Jadi Penekan: BMRI, BBRI, TLKM

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,78 persen ke level Rp3.820 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 1,03 persen ke level Rp2.870 per saham.

Pelemahan juga dialami PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Saham perusahaan telekomunikasi itu turun 1,82 persen ke level Rp2.160 per saham.

Peringatan Phintraco: Waspadai Aksi Ambil Untung

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai investor perlu mencermati potensi aksi ambil untung atau profit taking. Kewaspadaan itu muncul setelah IHSG mencatatkan penguatan selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

Bagi investor ritel di Sumatera Utara dan daerah lain, pergerakan saham BUMN perbankan dan telekomunikasi kerap jadi acuan karena bobotnya besar di indeks. Koreksi tipis pada saham-saham itu cukup untuk membalik arah IHSG meski jumlah saham yang menguat lebih banyak.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: bitvonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top