Jogjastory Angkat Wastra Yogyakarta, Dapat Dukungan linkumkm by BRI

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Sabtu, 07 November 2026 | 12:34:01 WIB
Produk fesyen Jogjastory memadukan katun organik bermotif khas Yogyakarta dengan lurik perajin lokal.

SUMATERA UTARA — Jogjastory mengembangkan fesyen berbasis cerita lokal Yogyakarta dengan memadukan katun organik bermotif khas dan lurik perajin, disokong platform linkumkm by BRI yang kini punya 17,66 juta pengguna. Langkah ini memperluas pasar wastra dari konsinyasi hotel hingga kanal digital.

Berawal dari kebutuhan kemeja yang nyaman dipakai bersepeda selama pandemi, Sri Utami membangun Jogjastory menjadi jenama fesyen yang menjadikan budaya Yogyakarta sebagai identitas produk, bukan sekadar inspirasi desain. Lewat PT Jayasri Samahita Utama, wastra daerah diolah menjadi koleksi yang menyasar pasar urban.

Perjalanan usaha ini dimulai dari penjualan kemeja kasual secara pre-order. Respons pelanggan yang terus bertambah membuat Sri melebarkan lini produk ke luar kemeja. Pada 2023, legalitas usaha mulai diurus dan Jogjastory bergerak sebagai bisnis fesyen dengan ragam produk lebih luas.

Katun Organik dan Lurik Perajin Lokal

Motif khas Yogyakarta digarap lewat lukisan tangan, lalu didigitalisasi sebelum diaplikasikan ke kain katun organik. Cara ini membuat cerita daerah melekat pada setiap helai produk.

Jogjastory juga menggandeng perajin lokal untuk menghadirkan lurik dalam koleksinya. Unsur tradisi dipadukan dengan potongan modern agar tetap bisa dikenakan sehari-hari. Salah satu produk yang paling diminati pelanggan adalah outer.

"Jogjastory berawal saat pandemi, ketika saya banyak beraktivitas di luar rumah dengan bersepeda. Dari situ muncul ide membuat kemeja yang nyaman dipakai bersepeda, tetapi tetap bergaya kasual dan urban," ujar Sri.

Dari Hotel hingga Tokopedia dan Shopee

Produk Jogjastory dipasarkan lewat konsinyasi di sejumlah hotel dan galeri, pameran, serta kanal digital seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, dan WhatsApp. Pelanggannya tak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga berbagai daerah lain hingga luar Pulau Jawa.

Kendala yang masih dihadapi adalah kapasitas produksi saat menerima pesanan dalam jumlah besar. Saat ini usaha ini didukung tiga pekerja. Untuk transaksi di pameran, Sri memanfaatkan QRIS BRI sebagai pilihan pembayaran bagi pelanggan.

Wawasan Usaha dari linkumkm by BRI

Sri mengenal linkumkm by BRI melalui Instagram. Platform itu dipandangnya sebagai wadah bank BUMN mendukung UMKM agar tumbuh dan naik kelas.

"Melalui linkumkm by BRI, saya juga mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan baru dari para mentor," tuturnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan pengembangan UMKM butuh dukungan yang tidak berhenti pada pembiayaan. Peningkatan kapasitas dan akses pasar sama pentingnya.

"UMKM yang kuat merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, BRI melalui linkumkm by BRI terus memperluas perannya, bukan hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan yang mendorong UMKM untuk semakin terhubung, kompetitif, dan siap menembus pasar yang lebih luas," kata Dhanny.

Hingga 30 September 2026, linkumkm by BRI mencatat lebih dari 17,66 juta pengguna dan menyediakan 845 modul pembelajaran. Pelaku usaha bisa mengikuti asesmen untuk mengenali tingkat perkembangan usaha, mengakses pembelajaran sesuai kebutuhan, serta memperoleh pendampingan mentor.

Bagi Jogjastory, dukungan itu menjadi bekal memperluas pasar sekaligus menjaga produksi tetap sejalan dengan permintaan. Posisi wastra sebagai identitas produk membuat cerita lokal punya nilai jual di pasar fesyen nasional.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top