Pencarian

Helikopter Tabrakan di Pheriche Nepal, Turis India Tewas

Rabu, 04 November 2026 • 10:04:31 WIB
Helikopter Tabrakan di Pheriche Nepal, Turis India Tewas
Dua helikopter bertabrakan saat hendak mendarat di Pheriche, Nepal, menewaskan seorang wisatawan India.

SUMATERA UTARA — Dua helikopter bertabrakan saat hendak mendarat di Desa Pheriche, kawasan Everest, Nepal, dan menewaskan seorang wisatawan asal India. Insiden terjadi sekitar pukul 08.15 waktu setempat, Rabu (4/11/2026), di titik berketinggian lebih dari 4.000 mdpl yang biasa dilalui pendaki menuju Base Camp Everest. Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa penerbangan di kawasan Himalaya menyimpan risiko tersendiri bagi wisatawan.

Perusahaan helikopter Fishtail Air mengidentifikasi korban tewas sebagai Vasanth Kumar Balaramudu. Satu helikopter yang terlibat dalam tabrakan itu dioperasikan Fishtail Air, sementara pesawat kedua milik Air Dynasty yang sedang mengangkut barang.

Selain korban tewas, seorang penumpang asal Selandia Baru dan pilot helikopter Fishtail Air mengalami luka-luka. Keduanya berhasil dievakuasi dan dibawa ke Kathmandu untuk penanganan medis. Air Dynasty menyebut helikopternya hanya diawaki satu kru yang tidak mengalami luka.

Kronologi Benturan di Landasan Pheriche

Rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan baling-baling kedua helikopter saling bersentuhan ketika pesawat berusaha mendarat. Benturan itu menyebabkan salah satu helikopter rusak. Salah satu pesawat juga terlihat turun lebih cepat dibandingkan yang lain.

Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, Gyanendra Bhul, mengatakan kecelakaan diduga terjadi karena kedua helikopter berusaha mendarat di lokasi yang sama. Kondisi cuaca dalam rekaman terlihat cerah tanpa indikasi angin kencang.

Mengapa Pheriche Jadi Titik Rawan

Desa Pheriche berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu titik yang dilalui pendaki menuju puncak Everest. Lokasinya sekitar 12 kilometer dari Base Camp Everest.

Helikopter menjadi moda transportasi penting di Nepal, terutama untuk menjangkau wilayah pegunungan Himalaya yang sulit diakses lewat jalur darat. Perubahan cuaca yang cepat dan kondisi penerbangan di ketinggian ekstrem membuat operasional di kawasan ini memiliki risiko tersendiri.

Dampak bagi Jadwal Pendakian

Saat kecelakaan terjadi, ekspedisi pendakian Gunung Everest dan Ama Dablam tengah berlangsung. Musim gugur memang menjadi salah satu periode favorit pendaki untuk menjelajahi kawasan Himalaya.

Bagi wisatawan yang merencanakan penerbangan helikopter di kawasan Everest, pastikan operator memiliki izin operasional yang jelas dan konfirmasi ulang jadwal terbang dengan agen setempat. Informasi terkini soal regulasi penerbangan di kawasan ini dapat dikonfirmasi via Otoritas Penerbangan Sipil Nepal.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Traveler

  • Cek rekam jejak dan sertifikasi operator helikopter sebelum memesan penerbangan wisata.
  • Pahami risiko ketinggian di atas 4.000 mdpl, termasuk akses evakuasi medis.
  • Ikuti arahan kru soal protokol pendaratan di landasan sempit kawasan pegunungan.
  • Waspadai perubahan cuaca cepat yang bisa mengubah jadwal terbang mendadak.

Insiden di Pheriche menegaskan bahwa akses cepat ke kawasan Everest tetap bergantung pada disiplin prosedur keselamatan penerbangan. Wisatawan sebaiknya memprioritaskan operator yang transparan soal standar keselamatan dibanding sekadar mengejar harga termurah.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks