Pencarian

Nongkrong Anak Muda Medan Dorong Perputaran Ekonomi Kesawan

Jumat, 01 Mei 2026 • 22:10:54 WIB
Nongkrong Anak Muda Medan Dorong Perputaran Ekonomi Kesawan
Anak muda Medan memadati kawasan Kesawan, mendorong perputaran ekonomi lokal melalui konsumsi kuliner dan hiburan.

Medan — Fenomena nongkrong anak muda di kawasan Kesawan telah menjadi dinamika ekonomi yang tidak dapat diabaikan. Area tua kota ini ramai dipadati generasi muda yang menghabiskan waktu dengan berburu kuliner, menikmati suasana historis, hingga berinteraksi sosial, menciptakan perputaran ekonomi lokal yang terukur.

Keramaian Kesawan: Tren Gaya Hidup atau Penggerak Ekonomi?

Dr. Arif Rahman, Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara, memberikan perspektif bahwa keramaian di Kesawan tidak bisa dijadikan indikator utama pertumbuhan ekonomi secara makro. Namun, aktivitas tersebut tetap memiliki keterkaitan nyata dengan sistem ekonomi formal melalui rantai pasok.

"Keramaian di Kesawan tidak bisa dijadikan indikator utama pertumbuhan ekonomi, tetapi tetap memiliki keterkaitan melalui aktivitas konsumsi dan hubungan dengan sektor formal. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi diukur dari PDRB (produk domestik regional bruto) yang berbasis nilai tambah atau nilai akhir dan aktivitas ekonomi yang tercatat," katanya.

Kontribusi UMKM Melalui Rantai Pasok Ekonomi

Meski transaksi di tingkat UMKM tidak seluruhnya tercatat dalam sistem ekonomi formal, kontribusi mereka tetap masuk dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi. Pakar ekonomi USU mencontohkan bagaimana pedagang kecil di Kesawan terhubung dengan sektor formal yang terukur.

"Meskipun transaksi di tingkat UMKM tidak seluruhnya tercatat, mereka tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui rantai pasok. Misalnya, pedagang jus membeli gula, bahan baku, dan kemasan dari pelaku usaha formal yang tercatat. Artinya, secara tidak langsung aktivitas UMKM ini tetap masuk dalam perhitungan PDRB melalui sektor-sektor tersebut," jelasnya.

Akumulasi Transaksi Kecil Menciptakan Putaran Uang Besar

Dampak positif aktivitas nongkrong terhadap perputaran ekonomi lokal cukup signifikan, terutama bagi pedagang kecil dan pelaku usaha formal seperti kafe dan restoran. Mayoritas pengunjung melakukan konsumsi makanan, minuman, kerajinan, dan barang dagangan lainnya yang secara langsung meningkatkan omzet pemilik usaha.

Meskipun nilai transaksi per individu relatif kecil, jumlah pengunjung yang besar menghasilkan akumulasi yang signifikan. "Memang nilai transaksi per orang bisa saja relatif kecil, tapi karena jumlah pengunjungnya banyak, maka secara agregat menciptakan perputaran uang yang cukup besar dalam waktu singkat. Ini yang membuat pelaku usaha, terutama UMKM, merasakan langsung peningkatan pendapatan, sementara kafe dan restoran juga mendapat tambahan omzet yang lebih stabil dan tercatat," lanjutnya.

Peningkatan Daya Beli dan Perubahan Gaya Hidup Generasi Muda

Fenomena ini mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat Medan yang diiringi perubahan perilaku konsumsi generasi muda. Data menunjukkan pendapatan per kapita Kota Medan meningkat dari sekitar Rp132 juta pada 2024 menjadi Rp141 juta pada 2025, membuka ruang konsumsi yang lebih luas bagi masyarakat.

Konsumsi yang terjadi di Kesawan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk interaksi sosial dan ekspresi identitas. "Di sisi lain, ini juga mencerminkan perubahan gaya hidup, di mana konsumsi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari interaksi sosial dan identitas anak muda. Jadi bisa dikatakan, daya beli itu memang ada dan cenderung meningkat, tetapi diekspresikan dalam bentuk konsumsi gaya hidup, khususnya di ruang-ruang publik seperti Kesawan," tutur pakar ekonomi tersebut.

Manfaat Langsung bagi Pelaku UMKM Lokal

Dampak paling nyata keramaian Kesawan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut. Peningkatan jumlah pengunjung secara otomatis meningkatkan jumlah pembeli dan pendapatan harian mereka, yang merupakan hal signifikan bagi usaha skala kecil dengan aliran kas harian.

Fenomena ramai nongkrong anak muda di Kesawan akhirnya menunjukkan bahwa meskipun belum sepenuhnya berdampak pada indikator ekonomi makro yang besar, aktivitas konsumsi di ruang publik tetap menjadi penggerak penting bagi ekonomi lokal dan mencerminkan transformasi gaya hidup masyarakat perkotaan modern.

Bagikan
Sumber: detik.com

Berita Terkini

Indeks