PEMATANGSIANTAR — Pengurus Cabang (Pengcab) Tako Simalungun sukses menggelar Kejuaraan Karate Antar Dojo dan Festival Tako Indonesia Pematangsiantar ke-4. Kompetisi yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Suzuya ini diikuti ratusan peserta dari dalam dan luar wilayah Sumatera Utara.
Ketua Pengcab Tako Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, menekankan pentingnya konsistensi latihan bagi para atlet muda. Ia berharap ajang ini menjadi batu loncatan bagi karateka untuk menembus level nasional hingga internasional.
Timbul Lingga Dorong Atlet Tako Tembus Level Dunia
"Tidak ada yang mustahil, inilah langkah awal meraih prestasi bagi bagi yang belum berprestasi jangan berkecil hati tinggatkan latihan," kata Timbul Marganda Lingga, Minggu (3/5/2026).
Timbul yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Pematangsiantar mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antar-stakeholder dinilai menjadi kunci kelancaran turnamen tahunan yang melibatkan ratusan karateka tersebut.
Pihaknya berkomitmen untuk terus membangun Tako Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satu strateginya adalah dengan meningkatkan skala kejuaraan agar lebih besar dan kompetitif pada masa mendatang.
315 Peserta Bersaing Ketat di GOR Suzuya
Ketua Panitia Reindhard Silalahi melaporkan total peserta mencapai 315 orang. Para atlet datang dari berbagai dojo yang tersebar di wilayah Sumatera Utara untuk memperebutkan gelar juara di berbagai kategori.
"Kami berharap agar even ini dilaksanakan lebih luas setiap tahun dilaksanakan dan pesertanya lebih ditingkatkan lagi," ujar Reindhard dalam laporannya.
Kejuaraan ini mendapatkan perhatian khusus dari Dewan Guru Tako Indonesia. Guru Freddy Tobing yang mewakili dewan guru menyampaikan rasa bangga atas kelancaran acara dan meminta para atlet untuk terus mengasah kemampuan teknik mereka.
Dojo Dinas Pariwisata Raih Predikat Juara Umum
Persaingan ketat di matras menghasilkan Dojo Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar sebagai Juara Umum I. Posisi kedua ditempati oleh Pengcab Tebing Tinggi, disusul KFC Pakpak Bharat di urutan ketiga.
"Kepada adik-adik yang telah bertanding pertahankan prestasimu dan lebih giat lagi berlatih agar tercapai juara lebih tinggi lagi," tutur Freddy Tobing, penyandang sabuk hitam Dan VI Tako Indonesia.
Freddy juga mengapresiasi dukungan penuh dari Timbul Lingga dalam memfasilitasi ruang kompetisi bagi generasi muda. Menurutnya, keberlanjutan prestasi karate di Sumatera Utara sangat bergantung pada frekuensi kejuaraan tingkat lokal seperti ini.
Penguatan Mental dan Regenerasi Karateka Sumut
Kejuaraan ini bukan sekadar ajang adu fisik, melainkan ruang penguatan mental bagi karateka muda Sumatera Utara. Penambahan jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan antusiasme tinggi terhadap cabang olahraga bela diri karate di wilayah tersebut.
Panitia menjadwalkan evaluasi menyeluruh untuk mempersiapkan kejuaraan serupa dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Langkah ini diambil guna memastikan regenerasi atlet karate di Pematangsiantar dan sekitarnya tetap terjaga di jalur prestasi.