Pencarian

5 Alasan Samsung Galaxy Z Fold 8 Tidak Mendukung S Pen

Senin, 04 Mei 2026 • 23:25:01 WIB
5 Alasan Samsung Galaxy Z Fold 8 Tidak Mendukung S Pen

Samsung dikabarkan bakal absen menyertakan dukungan S Pen pada Galaxy Z Fold 8 demi mengejar desain ponsel lipat yang lebih tipis. Keputusan ini mengikuti jejak Galaxy Z Fold 7 yang telah menghilangkan lapisan digitizer layar untuk mencapai ketebalan bodi hanya 8,99 mm.

Rumor mengenai kehadiran Samsung Galaxy Z Fold 8 mulai memanas di kalangan pemerhati teknologi. Namun, satu kabar yang mungkin mengecewakan bagi penggemar produktivitas adalah hilangnya dukungan stylus ikonik, S Pen, pada perangkat lipat generasi terbaru tersebut.

Langkah ini sebenarnya bukan hal mengejutkan jika melihat arah pengembangan Samsung setahun terakhir. Perusahaan asal Korea Selatan ini tampak lebih memprioritaskan portabilitas dan estetika ramping untuk bersaing dengan produsen ponsel lipat asal China yang semakin agresif merilis perangkat ultra-tipis.

1. Ambisi Mengejar Rekor Bodi Tertipis

Samsung Galaxy Z Fold 6 memiliki ketebalan 12,1 mm saat tertutup, yang menjadikannya perangkat lipat terakhir dengan dukungan S Pen secara resmi. Perubahan drastis terjadi pada Galaxy Z Fold 7 yang berhasil memangkas ketebalan hingga menyentuh angka 8,99 mm.

Demi mencapai angka tersebut, Samsung harus mengorbankan banyak ruang internal. Galaxy Z Fold 8 diprediksi akan mempertahankan atau bahkan mengurangi ketebalan ini, sehingga menyisakan ruang yang sangat terbatas untuk komponen tambahan di balik layar.

2. Penghilangan Lapisan Digitizer Layar

Alasan teknis utama di balik absennya S Pen adalah absennya komponen bernama digitizer. Ini merupakan lapisan ekstra pada layar yang berfungsi mendeteksi tekanan, posisi ujung pena, serta fitur palm rejection agar tangan pengguna tidak mengganggu input stylus.

Masalahnya, digitizer menambah ketebalan pada keseluruhan rakitan layar. Dengan menghilangkan lapisan ini, Samsung bisa membuat layar lipat yang jauh lebih fleksibel dan tipis. Tanpa digitizer, layar Galaxy Z Fold 8 hanya akan merespons stylus pasif biasa yang tidak memiliki sensitivitas tekanan layaknya S Pen asli.

3. Warisan dari Galaxy Z Fold Special Edition

Strategi "diet ketat" ini pertama kali terlihat pada Galaxy Z Fold Special Edition, varian khusus yang hanya dipasarkan di Korea Selatan dan China. Perangkat ini merupakan model pertama yang menanggalkan digitizer demi mengejar profil bodi yang lebih ramping dari model standar.

Kesuksesan model Special Edition dalam hal desain nampaknya meyakinkan Samsung bahwa konsumen lebih menghargai ponsel lipat yang nyaman digenggam dan masuk ke saku celana. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa dukungan S Pen bukan lagi prioritas utama untuk lini Fold di masa depan.

4. Kendala Penyimpanan dan Risiko Kerusakan

Berbeda dengan seri Galaxy S Ultra, S Pen pada seri Fold tidak pernah memiliki slot penyimpanan internal. Pengguna harus membeli S Pen Fold Edition secara terpisah dan menggunakan casing khusus yang cenderung membuat dimensi ponsel menjadi sangat bongsor dan tidak ergonomis.

Selain itu, layar lipat memiliki karakteristik yang lebih rapuh dibandingkan layar kaca konvensional. Penggunaan stylus dengan tekanan berlebih berisiko memberikan kerusakan permanen pada panel layar. Dengan menghilangkan dukungan S Pen, Samsung secara tidak langsung mengurangi potensi klaim garansi akibat kerusakan layar akibat tekanan benda tajam.

5. Alternatif bagi Pengguna Stylus di Indonesia

Bagi konsumen di Indonesia yang menjadikan S Pen sebagai alat kerja utama, pilihan kini menjadi lebih terbatas. Jika produktivitas layar besar dengan stylus adalah harga mati, Galaxy Z Fold 6 tetap menjadi opsi terbaik yang masih tersedia di pasar resmi saat ini.

  • Galaxy Z Fold 6: Mendukung S Pen, bodi lebih tebal (12,1 mm).
  • Galaxy S26 Ultra: Memiliki slot S Pen internal, layar flat konvensional.
  • Motorola Razr Fold: Kompetitor yang mulai melirik dukungan stylus pada perangkat lipat.

Samsung nampaknya sedang melakukan reposisi pasar. Galaxy Z Fold 8 akan diposisikan sebagai perangkat lifestyle premium yang mengedepankan kemewahan desain, sementara urusan produktivitas berat dengan stylus akan tetap menjadi wilayah kekuasaan seri Galaxy S Ultra.

Bagikan
Sumber: androidcentral.com

Berita Terkini

Indeks