Pencarian

Bupati Samosir Vandiko Gultom Tekan Biaya Panen Lewat Taksi Alsintan

Kamis, 07 Mei 2026 • 19:22:01 WIB
Bupati Samosir Vandiko Gultom Tekan Biaya Panen Lewat Taksi Alsintan
Bupati Vandiko Gultom mengoperasikan mesin combine harvester dalam program Taksi Alsintan di Samosir.

SAMOSIR — Penggunaan teknologi pertanian modern mulai berdampak nyata pada efisiensi biaya produksi gabah di tingkat petani Kabupaten Samosir. Melalui skema Taksi Alsintan, ongkos panen yang biasanya mencekik kantong petani kini dapat ditekan secara signifikan dibandingkan metode manual.

Baktiar Sinaga, salah seorang petani di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, mengungkapkan penghematan tersebut mencapai ratusan ribu rupiah. Jika sebelumnya panen manual untuk lahan seluas dua rante membutuhkan biaya tenaga kerja sekitar Rp800 ribu, kini dengan mesin combine harvester, biaya yang dikeluarkan hanya berkisar Rp200 ribu.

“Prosesnya jauh lebih cepat dan hasilnya tetap bersih meskipun kondisi cuaca sedang hujan. Ini sangat membantu kami mengurangi beban modal di setiap musim panen,” ujar Baktiar saat ditemui di sela aktivitas panen, Selasa (6/5).

Skema Sewa Terjangkau untuk Pemerataan Alat Pertanian

Kehadiran alat mesin pertanian (alsintan) ini merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Samosir kepada Kementerian Pertanian RI pada tahun sebelumnya. Untuk memastikan alat tersebut tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menerapkan konsep "Taksi Alsintan".

Melalui sistem ini, mesin panen dapat disewakan kepada petani lain di luar kelompok penerima bantuan dengan tarif yang terjangkau. Langkah tersebut diambil untuk menciptakan pemerataan manfaat teknologi sekaligus menjamin keberlanjutan perawatan mesin secara mandiri oleh kelompok tani.

“Kita ingin alat ini benar-benar dipakai masyarakat dan bukan sekadar bantuan simbolis. Dengan skema sewa yang murah, kelompok tani memiliki pemasukan untuk biaya operasional, perawatan, hingga perbaikan mesin ke depan,” kata Vandiko T. Gultom saat ikut mengoperasikan langsung mesin panen di sawah.

Meningkatkan Indeks Tanam hingga Lima Kali dalam Dua Tahun

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa modernisasi ini tidak hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga percepatan siklus tanam. Penggunaan combine harvester mampu menyelesaikan tiga tahap sekaligus: memotong padi, merontokkan gabah, dan membersihkan hasil panen dalam satu waktu.

Kecepatan durasi panen ini memungkinkan petani memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan lahan kembali. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan indeks tanam hingga mencapai lima kali panen dalam periode dua tahun.

“Saat ini Samosir sudah memiliki empat unit combine harvester. Satu unit di antaranya dioperasikan penuh melalui skema Taksi Alsintan untuk mendukung mobilitas kebutuhan petani di berbagai kecamatan,” jelas Tumiur.

Selain fokus pada sektor pariwisata, Pemkab Samosir kini memosisikan pertanian sebagai fondasi utama ekonomi desa. Modernisasi alat diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja pertanian yang selama ini menjadi kendala produktivitas di wilayah tersebut.

Bagikan
Sumber: mitanews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks