MEDAN — INALUM membuka ruang apresiasi bagi jurnalis sekaligus mendorong narasi konstruktif tentang industri dan keberlanjutan. Melalui IN-Journal Chapter 1, perusahaan pelat merah ini mengajak wartawan menggali isu lingkungan, energi bersih, dan dampak sosial industri secara lebih mendalam.
Lima Jurnalis Raih Penghargaan, Karya Dinilai Secara Blind
Dari puluhan karya yang masuk, dewan juri yang terdiri dari jurnalis senior nasional menetapkan lima pemenang. Metode penilaian menggunakan sistem blind-document, di mana artikel dinilai tanpa mencantumkan nama penulis demi menjaga objektivitas.
Juara pertama diraih Suri Kartika Dewi dari Timenews.co.id dengan artikel berjudul “Mahakarya di Tanah Asahan: Menenun Emas dari Energi Bersih dan Kepedulian Sosial”. Posisi kedua ditempati Agusdiansyah Hasibuan (Waspada.id), dan juara ketiga Doni Hermawan (IDN Times Sumut). Dua juara harapan masing-masing diraih Ismanto Panjaitan (Medan Merdeka) dan Sapriadi (Harian Waspada).
Bukan Sekadar Lomba, tapi Ruang Kolaborasi Media dan Industri
Corporate Secretary INALUM Mahyaruddin Ende menegaskan bahwa IN-Journal bukan sekadar ajang kompetisi. “Kami ingin mendorong lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif yang lebih mendalam mengenai isu keberlanjutan, energi bersih, dan dampak sosial industri bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Menurut Mahyaruddin, media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik yang objektif dan edukatif. Oleh karena itu, INALUM sengaja merancang tema yang relevan dengan implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) di lingkungan industri.
Chapter II Segera Hadir, Fokus pada Konservasi dan Lingkungan
Setelah sukses dengan Chapter 1, INALUM berencana melanjutkan program ini ke babak berikutnya. Kepala Departemen Manajemen Komunikasi INALUM Utrich Farzah menyebut Chapter II akan mengangkat tema konservasi dan lingkungan.
“Chapter berikutnya akan banyak berbicara tentang hubungan manusia, industri, dan alam. Kami ingin menghadirkan karya jurnalistik yang mampu melihat isu lingkungan bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai cerita tentang harapan, keberlanjutan, dan masa depan,” jelas Utrich.
Ia berharap para jurnalis dapat lebih menggali isu pelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, serta keseimbangan ekosistem yang menjadi tantangan bersama di Sumatera Utara dan Indonesia.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kualitas Jurnalistik
INALUM menilai bahwa kompetisi semacam ini menjadi sarana komunikasi yang positif dan konstruktif antara perusahaan, media, dan masyarakat. Selain sebagai wadah apresiasi, IN-Journal diharapkan mampu memperkuat budaya literasi dan jurnalistik yang berkualitas di Sumatera Utara.
Perusahaan juga berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas insan jurnalis melalui berbagai ruang kolaboratif. Dengan demikian, informasi yang sampai ke publik tidak hanya akurat dan edukatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.