Pencarian

Rektor UINSU Kunjungi Xinjiang dan Beijing, Sebut Kehidupan Muslim di China Berbeda dari Narasi Media Sosial

Sabtu, 16 Mei 2026 • 12:07:36 WIB
Rektor UINSU Kunjungi Xinjiang dan Beijing, Sebut Kehidupan Muslim di China Berbeda dari Narasi Media Sosial
Rektor UINSU Nurhayati mengunjungi Xinjiang dan Beijing untuk melihat langsung kondisi komunitas Muslim di China.

MEDAN — Nurhayati menjadi salah satu anggota Delegasi Islam wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan yang melakukan kunjungan ke Urumqi, Kashgar, dan Beijing. Ia menyaksikan langsung umat Muslim di berbagai daerah menjalankan aktivitas keagamaan secara normal.

Masjid Berusia 600 Tahun Masih Berfungsi, Ada Unit Usaha untuk Biaya Operasional

Salah satu temuan yang mengejutkan Nurhayati adalah kondisi Masjid Dongsi di Beijing. Masjid yang telah berusia lebih dari 600 tahun itu masih berdiri kokoh dan aktif digunakan untuk kegiatan ibadah.

“Beberapa masjid juga memiliki unit usaha yang digunakan untuk mendukung biaya operasional, pemeliharaan bangunan, serta pembayaran imam,” ujar Nurhayati. Menurutnya, hal ini membuktikan adanya perhatian terhadap keberlangsungan kehidupan komunitas Muslim dan pengelolaan tempat ibadah di China.

Pemerintah China Sediakan Beasiswa untuk Cetak Imam Masjid

Selama kunjungan, delegasi juga mendatangi Institut Islam Xinjiang. Di sana, rombongan mendapat penjelasan soal dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam, termasuk penyediaan program beasiswa untuk mencetak imam yang nantinya bertugas di berbagai masjid.

“Kami melihat kehidupan beragama masyarakat Muslim berjalan dengan baik. Kami juga melihat adanya dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam,” kata Nurhayati. Ia menilai program tersebut menunjukkan perhatian serius terhadap regenerasi tokoh agama Muslim di China.

Nurhayati: Informasi di Medsos Tak Sepenuhnya Akurat

Sebelum berangkat, Nurhayati mengaku kerap membaca berbagai narasi di media sosial yang menyebut pemerintah China kurang memperhatikan masyarakat Muslim. Namun, setelah melihat langsung kondisi di Xinjiang dan Beijing, ia menilai informasi itu tidak sepenuhnya benar.

“Beberapa informasi di media sosial berbeda dengan apa yang saya saksikan sendiri,” ujarnya. Ia berharap hasil kunjungan ini bisa membantu meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai kondisi komunitas Muslim di China sekaligus memperkuat pertukaran dan komunikasi antara kedua negara.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks