SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun secara resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-52 Tahun 2026 di Lapangan Bola Kaki PTN IV Regional I Kebun Bangun Nagori Senior, Kecamatan Gunung Malela. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gondrang oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama Ketua DPRD Sugiarto dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).
Sebelum upacara pembukaan, defile kontingen dari 32 kecamatan memeriahkan lapangan. Pasukan marching band Gita Nada Ceria MTs Al Hikmah Syahkuda Bayu memimpin barisan, diikuti para kafilah yang berjalan tertib dan penuh percaya diri. Warga setempat memadati sisi-sisi lapangan untuk menyaksikan pawai tersebut.
Lima Lokasi Kompetisi untuk Enam Cabang Lomba
Ketua Panitia Pelaksana, Sri Wahyuni, melaporkan bahwa 595 peserta terdaftar dalam ajang ini, didampingi oleh 205 tenaga pendamping dan ofisial. Enam cabang kompetisi dipertandingkan: Seni Baca Al-Qur’an, Tahfidz Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Khottil Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Aktivitas perlombaan tersebar di lima lokasi strategis, yaitu Mimbar Utama, lingkungan MTs Negeri 2 Simalungun, SMP Negeri 1 Gunung Malela, Masjid Al Huda Simpang Serapuh, dan Masjid Arrahman Senio. Setiap lokasi telah disiapkan untuk mengakomodasi masing-masing cabang lomba.
Bupati: MTQ Bukan Sekadar Mencari Juara
Dalam arahannya, Bupati Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa tujuan utama MTQ bukanlah sekadar mencari pemenang. “Setiap kali kegiatan ini dilaksanakan, kita berharap kualitas diri kita semakin baik, ilmu kita bertambah, dan penyelenggaraannya pun semakin berkualitas,” ujarnya.
Bupati berharap lahir putra-putri terbaik Simalungun yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi dan nasional. Kepada dewan hakim, ia berpesan untuk menjalankan tugas secara jujur dan profesional. Sementara kepada peserta, ia menjanjikan apresiasi khusus bagi yang berhasil meraih kemenangan.
DPRD: Dukung Kegiatan Keagamaan untuk Keharmonisan Daerah
Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya MTQ Ke-52. Ia menilai kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pembentukan karakter generasi muda dan menjadi batu loncatan bagi para juara untuk membawa nama baik daerah.
“Kami akan terus mendukung setiap kegiatan keagamaan yang bertujuan menciptakan suasana kehidupan yang baik dan harmonis. Nilai-nilai ini harus terus dikembangkan dan disebarluaskan di seluruh penjuru Simalungun,” kata Sugiarto. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemeluk agama apa pun untuk bersinergi membangun kabupaten ini menjadi lebih maju dan sejahtera.
Pelantikan Dewan Hakim dan Prosesi Pembukaan
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Ummu Abdi Lubis, dilanjutkan doa pembuka oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun, H. Ki Dardjat Purba. Prosesi pengibaran bendera Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menandai resmi dimulainya kompetisi.
Salah satu momen penting adalah pelantikan Dewan Hakim yang dipimpin langsung oleh Bupati. Prosesi ini ditandai dengan penandatanganan berita acara, pengucapan sumpah janji oleh Ketua Dewan Hakim H. M. Nurdin Simanjuntak, serta pemakaian toga kebesaran kepada para hakim. Simbol ini menegaskan tanggung jawab besar para penilai untuk menjaga objektivitas dan keadilan sepanjang perlombaan.