Pencarian

Gubernur Bobby Nasution Buka Kontes Burung Berkicau di Medan, Targetkan Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional

Senin, 18 Mei 2026 • 16:03:09 WIB
Gubernur Bobby Nasution Buka Kontes Burung Berkicau di Medan, Targetkan Sumut Jadi Pusat Kicau Mania Nasional
Gubernur Bobby Nasution membuka Kontes Burung Berkicau Anniversary ke-4 SKMN di Medan.

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution secara resmi membuka kontes burung berkicau dalam rangka Anniversary ke-4 Sedulur Kicau Mania Nusantara (SKMN) di Katamso Land, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Ahad (17/5/2026). Dalam sambutannya, Bobby menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan komunitas dan penyelenggaraan event burung berkicau berskala nasional.

Dukungan Penuh untuk Event Nasional di Sumut

“Kami dari Pemerintah Provinsi tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rasanya salah bagi kami kalau Pemerintah Provinsi tidak menyupport kegiatan seperti ini ke depannya,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, Sumut selama ini telah sukses menarik berbagai event olahraga berskala nasional hingga internasional. Ia berharap ke depan lahir turnamen atau piala tetap burung berkicau tingkat nasional yang menjadi legacy bagi masyarakat Sumut.

“Tunggu ya, kita tunggu tandanya. Pokoknya event besar nasional kalau bisa kita buat di Sumatera Utara, kami support penuh dari pemerintah provinsi,” tegas Bobby.

Dampak Ekonomi dari Ekosistem Kicau Mania

Bobby menilai komunitas Kicau Mania tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, kreativitas, dan seni, tetapi turut memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Perputaran ekonomi dari ekosistem ini menyentuh langsung pelaku usaha kecil, mulai dari peternak burung, perajin kandang, hingga penyedia pakan dan UMKM terkait.

“Dampak ekonominya sangat luar biasa. Bukan hanya bagi peserta lomba, tetapi juga berputar ke peternak, UMKM penyedia pakan, kandang, dan lainnya. Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, hobi ini justru membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” jelasnya.

Ia juga mendorong komunitas Kicau Mania untuk mulai merambah industri kreatif dan dunia digital. Salah satunya melalui pembuatan lagu atau film inspiratif mengenai perjuangan merawat burung Murai Batu hingga menjadi juara nasional.

Bermula dari Pandemi, Kini Siap Digelar Lebih Besar

Dewan Pembina SKMN, Hidayat Batubara menjelaskan, embrio SKMN lahir pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, aktivitas merawat burung di rumah berkembang menjadi alternatif penggerak ekonomi masyarakat ketika banyak sektor lain mengalami stagnasi.

“Waktu Covid-19 ekonomi macet, tetapi hobi ini justru menghidupkan peternak jangkrik, pakan burung, hingga pengrajin sangkar dan tempat mandi burung. Alhamdulillah sekarang ekonomi masyarakat bawah mulai bergerak dengan tumbuhnya peternak Murai Batu di Sumut dan Nusantara,” ungkapnya.

Merespons dukungan penuh dari Pemprov Sumut, Hidayat menyatakan SKMN siap menggelar agenda yang lebih besar pada akhir tahun mendatang. “Inilah kami, komunitas kecil tapi siap untuk dibesarkan. Insha Allah akhir tahun nanti kami akan mengemas dua agenda besar, termasuk Anniversary SKMN berskala nasional,” katanya.

Bagikan
Sumber: koranmedan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks