MEDAN — Usia 68 tahun bukan sekadar seremoni bagi Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan. Di tengah peringatan Milad yang digelar khidmat di Aula Utama kampus Jalan Sisingamangaraja, muncul desakan agar kampus Islam tertua di Sumatera Utara ini berani bertransformasi ke arah yang lebih aplikatif.
Desakan itu datang dari Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sumatera Utara sekaligus Bupati Batu Bara, Dr H Baharuddin Siagian SH MSi. Ia secara terbuka mengusulkan penambahan fakultas vokasi di lingkungan UNIVA Medan.
Bupati Batu Bara: "Bukan Hanya Gelar, Tapi Skill"
"Saya melihat hari ini yang paling penting adalah skill, keterampilan, kemampuan, dan kualitas, bukan hanya gelar saja. Kalau boleh, tambahkan satu fakultas vokasi," ujar Baharuddin di hadapan peserta Sidang Terbuka Senat.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini harus mampu bersaing di dunia kerja yang tidak lagi sekadar memandang ijazah. Ia menilai, UNIVA Medan yang sudah melahirkan alumni di berbagai pelosok Indonesia, khususnya Sumatera Utara, perlu merespons kebutuhan industri yang terus berubah.
"Alumni Universitas Al Washliyah Medan ini sudah ada di mana-mana, tersebar di seluruh pelosok Indonesia, khususnya Sumatera Utara," katanya sembari memberikan apresiasi atas perjalanan panjang kampus tersebut.
Tema Milad: Ilmu Harus Berbuah Amal Nyata
Milad ke-68 kali ini mengusung tema "Sintesa Ilmi: Ilmu dan Amal, Transformasi Perguruan Tinggi dalam Mengukuhkan Peradaban Islam Berkelanjutan." Rektor UNIVA Medan, Prof Dr Saiful Akhyar Lubis MA, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar jargon.
"Ilmu tanpa amal akan kehilangan makna, sementara amal tanpa ilmu bisa kehilangan arah. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar membentuk insan akademik yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, spiritualitas, dan tanggung jawab moral," ujarnya dalam sambutan.
Saiful menambahkan, transformasi yang dimaksud tidak hanya menyangkut perubahan sistem pembelajaran, melainkan juga pola pikir, tata kelola, budaya akademik, riset, dan penguatan kolaborasi. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi Islam dituntut mampu mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai keislaman.
Refleksi 68 Tahun: Dari Pendiri hingga Generasi Digital
Didirikan pada 18 Mei 1958, UNIVA Medan telah melalui perjalanan panjang. Saiful mengajak seluruh civitas akademika untuk mengenang perjuangan para pendiri, ulama, dan akademisi yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya bagi perkembangan kampus.
"68 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah usia kematangan, usia pengabdian, dan usia pembuktian," kata Saiful.
Acara yang digelar sejak pagi hari ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNIVA, dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran serta pembukaan Sidang Terbuka Senat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar dalam memeriahkan perayaan milad.
Turut hadir dalam acara ini Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah Dr KH Masyhuril Khamis SH MM, Ketua Majelis Pendidikan PB Al Washliyah HM Ridwan Tanjung SH MSi, serta Bupati Serdang Bedagai H Darma Wijaya.