Pencarian

Guru Besar UMSU Serukan Penguatan Literasi Digital dan Pendidikan Merata demi Jaga Tunas Bangsa di Harkitnas 2026

Selasa, 19 Mei 2026 • 12:33:01 WIB
Guru Besar UMSU Serukan Penguatan Literasi Digital dan Pendidikan Merata demi Jaga Tunas Bangsa di Harkitnas 2026
Prof Emilda Sulasmi menekankan pentingnya literasi digital dan pendidikan merata untuk menjaga generasi muda Indonesia.

MEDAN — Tanpa kemampuan berpikir kritis dan literasi digital yang mumpuni, generasi muda Indonesia dinilai rentan menjadi korban hoaks hingga radikalisme di ruang digital. Kondisi ini diperparah oleh ketimpangan fasilitas belajar yang masih terjadi antara anak di perkotaan dengan mereka yang tinggal di desa, pesisir, dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof Emilda Sulasmi, menegaskan bahwa menjaga generasi muda saat ini sama artinya dengan menjaga kedaulatan masa depan bangsa. Pernyataan itu ia sampaikan dalam tulisannya yang berjudul Menjaga Tunas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masa Depan, yang dirilis menyambut Hari Kebangkitan Nasional 2026.

Menurut Emilda, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, bukan sekadar slogan seremonial. Ia menilai tema tersebut harus menjadi panggilan bersama untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, literasi digital, dan pemerataan kesempatan bagi generasi muda.

Ketimpangan Pendidikan dan Ancaman di Ruang Digital

Emilda menyoroti bahwa kedaulatan negara saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan batas wilayah. Kualitas sumber daya manusia yang tumbuh melalui pendidikan bermutu, sehat secara mental, kritis, dan memiliki literasi digital yang baik menjadi faktor penentu.

“Anak-anak di wilayah desa, pesisir, daerah 3T, hingga keluarga kurang mampu masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan bermutu,” tulis Emilda dalam keterangan yang diterima di Medan, Senin.

Ia menambahkan, era teknologi informasi justru membawa tantangan baru. Tanpa kemampuan berpikir kritis, generasi muda rentan terhadap hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan manipulasi informasi di ruang digital.

Sekolah Harus Jadi Ruang Pembentukan Karakter

Prof Emilda menekankan bahwa fungsi sekolah tidak boleh direduksi menjadi sekadar tempat penyampaian materi pelajaran. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang pembentukan karakter dan nalar kritis peserta didik.

“Karena itu, penguatan literasi, ketahanan pangan sekolah, kesehatan peserta didik, dan bimbingan karier perlu dijalankan secara terintegrasi,” ujarnya.

Melalui momentum Harkitnas 2026, Emilda berharap seluruh pihak—pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat—dapat menjadikan generasi muda sebagai subjek utama pembangunan bangsa. Ia optimistis langkah ini akan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks