MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan layanan rumah sakit bertaraf internasional yang akan dibangun di Medan tetap mengakomodasi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini ditegaskan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution usai pertemuan dengan jajaran direksi PT An-Nisa Utama dan sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (21/5/2026).
Bobby menyebutkan bahwa program Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi prioritasnya justru akan diperkuat dengan kehadiran fasilitas kesehatan modern ini. “Kami masih menerima banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit yang kurang nyaman. Karena itu, kami ingin menghadirkan pelayanan bertaraf internasional, termasuk bagi pengguna BPJS,” ujarnya.
Skema Kolaborasi: Bukan Take Over, Tapi Akselerasi
Dalam skema kerja sama operasi (KSO), PT Dirga Surya akan menyediakan aset, sementara RS Mitra (RS An-Nisa) mengelola layanan operasional sesuai standar profesional. RS Haji Medan bertugas memastikan mutu layanan, tata kelola, serta keberlanjutan rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimi menegaskan kemitraan ini bukan mengambil alih rumah sakit pemerintah. “RS An-Nisa berperan sebagai strategic accelerator untuk mempercepat transformasi dan meningkatkan kinerja rumah sakit melalui pengalaman, sistem, serta budaya kerja modern,” katanya.
RS An-Nisa: Dari Rumah Bersalin ke Mitra Nasional
Direktur PT An-Nisa Utama Muhammad Arif Nasution menjelaskan bahwa rumah sakitnya telah berkembang sejak berdiri tahun 1990. Awalnya hanya rumah bersalin dengan 12 karyawan, kini RS An-Nisa telah melayani peserta BPJS Kesehatan sejak 2016 dan dipercaya berbagai rumah sakit di Indonesia untuk pengembangan SDM kesehatan.
“Pesaing rumah sakit banyak. Kami biasa memberikan training dan classmate bagi SDM rumah sakit dari Aceh sampai Papua,” ujar Arif. Penerapan budaya kerja modern, efektif, dan efisien menjadi kekuatan utama RS An-Nisa dalam memberikan pelayanan.
Target UHC Tercapai Sebelum Dua Tahun
Bobby Nasution mengungkapkan bahwa program UHC yang awalnya ditargetkan dua tahun, ternyata sudah dapat diterapkan di seluruh rumah sakit di Sumut sebelum masa tersebut berakhir. Pembangunan rumah sakit internasional ini merupakan kolaborasi antara PT Dirga Surya, PT PPSU, RS Haji Medan, RS Mitra (RS An-Nisa), dan PT Bank Sumut.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung, Komisaris Utama PT PPSU Effendi Pohan, Direktur Utama PPSU Ferry Indra, serta jajaran direksi PT An-Nisa Utama. Rencana pembangunan ini diharapkan menjadi solusi atas keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang belum optimal di Sumut.